3 Wasit Liga 1 yang Dikecam pada Pekan ke-9

Go-Jek Liga 1 pekan ke-9 banyak diwarnai keputusan kontroversial wasit.

Diterbitkan 21 Mei 2018, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepemimpinan wasit menjadi sorotan hampir di setiap pekan kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak. Ada yang hanya sekadar mengecam, sampai pula melaporkan sang pengadil pertandingan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.

Tercatat hingga pekan ke-9 Liga 1, PSSI telah merumahkan dua wasit. Pertama, saat pertandingan Bali United melawan PSMS Medan yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Wasit Maulana Nugraha dianggap keliru mengambil keputusan saat pemain Bali United, Nick van der Velden, menerjang penyerang PSMS, Sadney Urikhob. Alih-alih kartu merah, wasit Maulana hanya memberikan kartu kuning kepada gelandang asal Belanda itu.

Kinerja wasit Maulana pada pekan pertama itu dianggap buruk oleh Komite Wasit. Pengadil lapangan asal Semarang tersebut kemudian mendapat hukuman sebulan tidak dapat memimpin pertandingan Liga 1.

Pekan berikutnya, giliran asisten wasit Tri Wahyudi yang dihukum. Tri dianggap keliru dalam mengambil keputusan saat PSMS Medan takluk 1-2 dari Bhayangkara FC. Tri tidak mengangkat bendera tanda offside kala penyerang Bhayangkara FC, Herman Dzumafo menyambut umpan Nikola Komazec. Padahal berdasarkan tayangan ulang, posisi Dzumafo berada di belakang pemain terakhir PSMS. Sama seperti Maulana, Tri juga dinonaktifkan selama sebulan.

Tujuh pekan berselang, ribut-ribut soal kepemimpinan wasit kembali muncul ke permukaan. Bahkan, dua dari tiga klub yang mengeluhkan kinerja pengadil pertandingan telah mengirimkan surat protes kepada PT LIB dan PSSI.

Berikut Liputan6.com rangkum tiga klub yang kecewa dengan kinerja wasit pada pekan ke-9 Liga 1:

Totok Fitrianto

Kemenangan Barito Putera 1-0 di kandang Perseru Serui seakan tidak memuaskan Jacksen F Tiago. Pelatih asal Brasil ini mengecam kepemimpinan wasit Totok Fitrianto.

Jacksen menyebut wasit Totok tidak pantas memimpin pertandingan di Liga 1. Pasalnya, banyak keputusan janggal yang dilakukan Totok, terutama di babak kedua.

"Semua mata bisa melihat kepemimpinan wasit. Apakah kualitas wasit tadi kurang dan di bawah standar, atau kesengajaan? Saya berikan pertanyaan itu kepada mereka (wasit). Saya tidak pernah bicara wasit sama sekali, saya bicara karena kebetulan tim saya menang," kata Jacksen.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jacksen mengaku beruntung pertandingan itu digelar di Stadion Gajayana, bukan di Stadion Marora yang terkendala dengan lampu penerangan. Mantan pelatih Persita Tangerang tersebut menilai timnya akan kalah dengan kepemimpinan wasit Totok apabila pertandingan dihelat di Marora. "Babak kedua sangat memalukan. Selama sekian tahun di Indonesia, saya sering mengalami hal-hal aneh. Pemain kami di ruang ganti semua bilang, kalau main di Serui sana dengan wasit begini, kami bisa kalah empat sampai lima gol," tuturnya menambahkan.

Halaman
Show All
Muhammad Adiyaksa, Harley Ikhsan, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan