5 Pelatih Klub Eropa yang Berpotensi Dipecat Akhir Musim Ini

Klub-klub Eropa mengambinghitamkan para pelatih bila performa tim buruk.

Diterbitkan 08 April 2018, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dua periode buruk dengan Blackburn Rovers dan Wolverhampton Wanderers diikuti, dan Lambert tampak seperti seorang manajer yang tersesat. Tak heran kemudian bahwa penggemar Stoke mungkin tidak begitu terpikat dia bergabung dengan klub mereka.

Tim di tangannya belum bernasib baik sejauh ini. Bersamanya, Stoke hanya meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan. Stoke saat ini cuma berada tiga poin dari zona degradasi. Lambert mungkin bisa bawa timnya menghindari degradasi, tetapi itu mungkin tak menjamin nasibnya di sana.

3. Vincenzo Montella (Sevilla)

Montella memang sebelumnya sudah gagal total bersama AC Milan yang sebenarnya pesta belanja luar biasa selama musim panas lalu. Dibiayai oleh pemilik baru, Milan mengeluarkan lebih dari 200 juta dolar AS tapi tak berbuah manis di tangannya.

Setelah memenangkan hanya enam dari 14 pertandingan Serie A pertamanya, dia dipecat. Rino Gattuso sejak itu telah membawa transformasi dalam nasib Milan, menyoroti kegagalan Montella lebih jauh.

Hanya dalam satu bulan, Montella menemukan peran berikutnya, menggantikan Eduardo Berizzo di Sevilla. Kemenangan tak terduga dari Manchester United di babak 16 besar Liga Champions akan membuatnya memenangkan banyak pujian tetapi kiprah di Liga Champions mungkin akan dihentikan ole Bayern Munich di perempat final.

Di ajang La Liga, Montella juga cuma memenangkan lima laga dan enam kekalahan. Sevilla saat ini menempati tempat ketujuh dan menghadapi kemungkinan nyata kehilangan kualifikasi Eropa untuk musim depan. Mengingat sejarah terkenal mereka di kompetisi Eropa, ini akan menjadi bencana bagi klub.

Montella memiliki delapan pertandingan untuk berhasil. Akan tetapi, banyak yang merasa bahwa Sevilla harus mencari manajer baru yang lebih berpengalaman.

4. Zinedine Zidane (Real Madrid)

Sebelum musim ini, tak ada yang akan memprediksi Zidane masuk daftar ini, tapi semuanya berbalik. Perburuan gelar liga telah berakhir untuk mereka karena keperkasaan Barcelona.

Dengan tekanan La Liga hilang, Zidane mampu mengistirahatkan pemain kuncinya untuk Liga Champions, sesuatu yang akan sangat menguntungkan. Fakta Madrid dengan nyaman mengalahkan PSG di babak 16 besar, dan menang 3-0 di leg pertama atas Juventus, tak terlalu menjamin masa depan Zidane.

Satu-satunya yang akan menahannya di Bernabeu adalah kembali juara Liga Champions. Namun musim ini persaingan sangat ketat. Juup Heynckes telah mengembalikan Bayern Muenchen menjadi tim yang mengerikan dan efektif.

Ernesto Valverde membawa Barcelona memainkan sepak bola yang sangat baik. Sederhananya, jika memenangkan Liga Champions ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya secara berturut-turut, dia akan diberikan waktu lagi. Andai gagal, mungkin Zidane akan segera dipecat.

5. Antonio Conte (Chelsea)

Salah satu yang paling mungkin untuk meninggalkan klubnya sebelum musim berakhir ialah Conte. Setelah merebut gelar EPL 2016/2017, Chelsea saat ini 28 poin di belakang pemimpin liga, Manchester City, jumlah yang tidak dapat diterima untuk Roman Abramovich.

Pemain baru belum terkesan, termasuk Alvaro Morata, dan gelandang bertahan, Tiemoue Bakayoko. Conte belum tampak senang dengan skuatnya, bahkan secara publik meratapi perekrutan Ross Barkley.

Conte tidak akan pernah diberi waktu untuk membuat proyek jangka panjang di Stamford Bridge. Sebab, Abramovich tidak mentolerir setiap kegagalan dan dia akan diprediksi untuk meninggalkan Chelsea musim ini. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi Wicaksono, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan