3 Pelatih Top Serie A yang Melempem Saat Jadi Pemain

Para pelatih ini tenar saat menjadi pelatih di Serie A.

Diterbitkan 21 Februari 2018, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Luciano Spalletti

Luciano Spalletti merupakan seorang gelandang saat masih aktif bermain. Pelatih yang kini menukangi Inter Milan itu bermain di rentang tahun 1984 sampai 1993. Ya, hanya sembilan tahun ia menjalani karier sebagai pesepak bola. Ia bahkan hanya bermain di level Serie C selama kurun waktu tersebut.

Klub-klub yang pernah dibela Spalletti antara lain Castelfiorentino (1984), Virtus Entella (1985), Spezia (1986-1990), Viareggio (1990), dan Empoli (1991).

Dua tahun selepas pensiun, Spalletti memberanikan diri meniti karier sebagai pelatih. Klub pertama yang diasuhnya adalah Empoli (1995-1998), yang tak lain adalah klub terakhir yang dibelanya saat masih bermain. Sukses mengantarkan Empoli promosi ke Serie B di musim 1999/1997, Spalletti kemudian melatih Sampdoria.

Nama Spalletti mulai disegani ketika ia melatih Udinese di tahun 2002 hingga 2005. Di musim 2004/2005, pelatih berkepala plontos itu sukses meloloskan Udinese ke Liga Champions. Tak ayal, di musim depannya, ia dibajak oleh AS Roma. Dan sejak saat itu, nama Spalletti selalu masuk dalam jajaran pelatih terbaik Italia, terlepas dari keterpurukan Inter Milan saat ini.

3. Maurizio Sarri

Berbeda dari Allegri dan Spalletti, yang hanya merupakan pemain biasa dan tak pernah bermain di klub besar, pelatih Napoli, Maurizio Sarri bahkan cuma seorang pemain bola amatir di masa mudanya. Ia menghabiskan waktu bermain sepak bola di sore hari selepas bekerja sebagai seorang bankir di pagi hari.

Ketika usianya menginjak 31 tahun, atau mulai tahun 1990, Sarri berhenti bermain bola. Ia mulai meniti karier sebagai pelatih, meskipun tidak profesional.

Barulah di tahun 1999, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya sebagai bankir dan fokus menjadi pelatih. Beberapa klub Serie C-2 yang pernah ia latih di awal masa kariernya adalah Stia, Faellese, Cavriglia, Antella, Valdema, Tegoleto, Sanvosino, dan Sangiovanese.

Mulai 2005, karier Sarri meningkat. Ia naik kasta dengan melatih klub-klub Serie B. Antara lain Pescara, Verona, Perugia, dan Empoli. Klub yang disebut terakhir ini berhasil dibawanya promosi ke Serie A di musim 2013-2014.

Kesuksesannya bersama Empoli itulah yang membawanya ke kursi kepelatihan Napoli di tahun 2015. Ia menggantikan Rafael Benitez yang dipecat karena gagal. Sejak saat itu, ia berhasil membawa Napoli konsisten bersaing memperebutkan Scudetto bersama AS Roma dan Juventus. (Abul Muamar)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Adyaksa Vidi, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan