Sukses

3 Aksi Individu Hebat di Laga Tandang Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta - Liga Champions 2017/2018 sudah memasuki babak 16 besar. Empat pertandingan telah digelar pada pertengahan pekan ini, yaitu Juventus melawan Tottenham Hotspur, Basel menghadapi Manchester City, FC Porto kontra Liverpool, dan Real Madrid bertemu Paris Saint-Germain (PSG).

Di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Manchester City dan Liverpool meraih kemenangan dalam laga tandang. The Citizens menang 4-0 atas Basel, sementara Liverpool membantai Porto 5-0.

Khusus laga Liverpool melawan Porto yang berlangsung di Estadio Do Dragao, Porto, Kamis (15/2/2018), Sadio Mane menjadi perhatian di laga itu. Mane mencetak hattrick. Sementara dua gol lainnya dilesakkan Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

Namun sebelum Mane, Liga Champions telah menghadirkan sejumlah aksi individual hebat saat laga kandang. Berikut 3 aksi individual tersebut seperti dinukil dari ftb90.com:

1 dari 4 halaman

3. Thierry Henry vs Inter Milan (2003)

Arsenal dipermalukan Inter Milan pada leg pertama Grup B Liga Champions 2003/2004. Bermain di kandang, Arsenal kalah tiga gol tanpa balas dari wakil Italia itu.

Pada leg kedua, giliran Arsenal yang bertandang ke markas Inter pada 25 November 2003. Jelang laga ini, tim racikan Arsene memiliki modal bagus. Mereka tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan di Liga Inggris.

Namun, tak mudah bagi Arsenal untuk menang di kandang Inter. Apalagi, sang lawan memiliki lini pertahanan yang tangguh. Javier Zanetti, Ivan Cordoba, Marco Matterazi, dan Fabio Cannavaro menjadi jaminan tangguhnya lini pertahanan Inter.

Akan tetapi, Thierry Henry membuktikan bahwa tak ada yang tidak mungkin. Henry membuka keunggulan Arsenal atas tuan rumah di Giuseppe Meazza.

Inter kemudian bisa menyamakan skor lewat Christian Vieri. Namun, Henry langsung beraksi. Dia kembali mencetak satu gol. Tak hanya itu, striker asal Prancis itu juga menyumbang dua assist.

Arsenal menang 5-1 dan lolos ke babak 16 besar dengan menjadi juara grup. Sedangkan Inter harus tersingkir karena hanya finis di peringkat ketiga, kalah selisih gol dari Lokomotiv Moskow.

2 dari 4 halaman

2. Gareth Bale Vs Inter Milan (2010)

Inter Milan menjamu Tottenham Hotspur pada leg pertama Grup A Liga Champions 2010/2011 di Stadion Giuseppe Meazza, 21 Oktober 2019. Bermain di depan publik sendiri, Inter unggul cepat lewat Javier Zanetti saat laga baru berumur 2 menit.

Spurs kian dalam tekanan karena harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-8 setelah kiper Gomes diganjar kartu merah yang berujung penalti. Inter pun menambah keunggulan lewat eksekusi penalti Samuel Eto'o di menit ke-11.

Unggul jumlah pemain, Inter semakin mendominasi. Mereka menambah dua gol lagi melalui Dejan Stankovic dan Eto'o. Babak pertama berakhir 4-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, kondisi berbalik. Spurs justru tampil lebih menekan. Adalah Gareth Bale yang menjadi sosok di balik serangan Spurs. Memiliki kecepatan dalam berlari, Bale mampu menjebol sisi kanan pertahanan Inter.

Dua kali Bale menjebol gawang Inter lewat aksinya dari sisi kanan dan dilanjutkan dengan tendangan keras kaki kiri di kotak penalti yang berujung gol. Zanetti yang bermain sebagai bek kanan kewalahan menahan laju Bale.

Satu gol lagi dicetak Bale usai memanfaatkan umpan Aaron Lennon. Meski Spurs kalah 3-4 dari Inter, Bale menjadi bintang di laga tersebut.

3 dari 4 halaman

1. . Ronaldo vs Manchester United (2003)

Real Madrid meladeni Manchester United (MU) pada leg kedua perempat final di Old Trafford, 23 April 2003, dengan membawa keunggulan 3-1.

Meski jalani laga tandang, Madrid tidak bermain bertahan. Zinedine Zidane dan kolega tetap tampil menyerang. Hasilnya, Los Blancos unggul lebih dulu lewat tendang firstime Ronaldo.

MU dapat menyamakan skor lewat Ruud van Nistelrooy. Akan tetapi, Ronaldo kembali membawa Madrid unggul 2-1 sehingga agreta menjadi 5-2 untuk Madrid.

MU tak menyerah. Klub berjuluk Setan Merah ini lagi-lagi bisa menyamakan skor lewat gol bunuh diri Ivan Helguera. Namun, Ronaldo mencetak hattrick untuk mengubah skor menjadi 3-2.

Tertinggal agregat 3-6 tidak membuat MU putus asa. Pasukan Sir Alex Ferguson terus berupaya mencetak gol. MU kemudian mencetak dua gol lagi lewat David Beckham yang baru dimainkan dari bangku cadangan.

Penampilan gemilang Ronaldo mendapat tepuk tangan dari penonton. Aksi individunya menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Artikel Selanjutnya
5 Alasan Real Madrid Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions
Artikel Selanjutnya
6 Bintang Kemenangan Real Madrid saat Bersua PSG