LEGENDA: Batistuta, Pahlawan Fiorentina Berjaya di AS Roma

Batistuta merupakan salah satu striker terbaik pada masanya.

Diterbitkan 16 Februari 2018, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara pada musim berikutnya ia membawa klub tersebut juara Coppa Italia dan Piala Super Italia. Tak heran fans pun semakin cinta dengan pemain yang kerap berselebrasi ala Rambo itu.

Kecintaan fans diwujudkan dengan membangun patung perak dirinya di Florence. Sayangnya, kecintaan fans tak membuatnya terus bertahan.

Maklum, Fiorentina hanya bersaing di posisi empat besar. Mereka juga tidak mendapat hasil bagus di kompetisi Eropa.

Puncaknya, Batistuta memilih pindah ke AS Roma tahun 2000. Nilai transfernya saat itu juga cukup besar mencapai 36,2 juta euro.

Sementara untuk gaji, Batistuta mencapai 7,6 juta euro. Atau yang tertinggi untuk pemain di atas usia 30 tahun.

Juara di Roma

Keputusan Batistuta pindah ke AS Roma tidak lepas dari kontroversi. Fans Fiorentina sempat kecewa berat.

Tetapi Batistuta membuktikan kepindahannya sangat tepat. Pada musim pertamanya ia membawa klub tersebut meraih scudetto pertama sejak 1983.

Batistuta mampu mencetak 21 gol dari 31 laga di semua kompetisi.

Sayang hanya semusim Batistuta bersinar di Olimpico. Performanya terus menurun hingga sempat dipinjamkan ke Inter Milan.

Akhir Karier Batistuta

Batistuta akhirnya resmi pensiun dari lapangan hijau pada tahun 2005. Klub Qatar, Al-Arabi menjadi petualangan terakhirnya.

Pensiun dari dunia sepak bola, Batistuta menjajal karier lain sebagai atlet polo. Setelah itu ia juga kerap terlihat dalam beberapa turnamen golf untuk amal.

Batistuta juga pernah diundang sebagai komentator televisi pada tahun 2016. Tetapi ia dianggap gagal karena fans mencemoohnya di dunia maya.

"Sekarang saya agak sulit untuk berjalan. Sewaktu bermain saya terlalu memberikan segalanya," kata Batistuta.

"Padahal saat kecil saya tidak terlalu suka sepak bola. Namun akhirnya saya bernapas dan hidup dari dunia ini."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Adyaksa Vidi, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan