Sukses

Piala Presiden 2018: Tantangan Persija

Liputan6.com, Jakarta Persija Jakarta akhirnya melangkah ke final Piala Presiden 2018. Persija melaju ke partai puncak usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 pada leg kedua semifinal, Senin (12/2/2018).  

Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Persija unggul lewat gol Marko Simic pada menit ke-60. Memanfaatkan umpan Rico Simanjuntak, Simic tanpa kesulitan merobek jala PSMS. 

Pada leg pertama sebelumnya, Persija juga berhasil mengalahkan PSMS 4-1. Dengan demikian, Macan Kemayoran berhak atas tiket final usai unggul agregat 5-1 atas PSMS. 

Persija belum menemukan lawan di final. Sebab penantang tim kebanggaan warga ibu kota itu baru ditentukan, Selasa (13/2/2018). Satu tiket lagi bakal diperebutkan oleh Sriwijaya FC dan Bali United. Peluang kedua tim sama kuat usai bermain imbang 0-0 di leg pertama. 

Melaju final berarti Piala Presiden 2018 berarti peluang Persija menambah deretan trofi pramusim semakin terbuka. Pasalnya sebelumnya, Macan Kemayoran telah lebih dulu menjuarai Boost Sports Super Fix Cup 2018 yang berlangsung di Malaysia, Januari lalu.

Turnamen ini diikuti tiga klub. Selain Persija, turut ambil bagian Ratchaburi FC dan Kelantan FA. Persija keluar sebagai juara setelah di laga terakhir, Ratchaburi menang atas Kelantan. 

Sejak Piala Presiden pertama kali bergulir 2015 lalu, baru kali ini Persija Jakarta melangkah sejauh ini. Sebab pada dua edisi sebelumnya, Persija hanya sampai babak penyisihan grup. 

 

 

 

 

1 dari 3 halaman

Super Simic

Tidak hanya sekedar lolos ke final, tahun ini salah seorang pemain asing Persija Jakarta, Marko Simic juga berhasil mencuri perhatian. Ketajaman pemain asal Kroasia itu semakin teruji dari laga ke laga. Saat ini, Super Simic bahkan memimpin daftar top scorer sementara Piala Presiden 2018 dengan koleksi 8 gol di mana empat gol dicetak pada babak semifinal. 

Simic merupakan target man andalan Persija. Dengan postur yang menjulang dan badan yang kekar, Simic sangat sulit dibendung saat menerjang pertahanan lawan. Sepakan dan tandukan yang akurat membuat keberadaannya di pertahanan lawan seakan jadi momok. 

Pertimbangan ini juga lah yang membuat pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, menurunkan Simic pada semifinal leg kedua semifinal, Senin sore. Namun pria asal Brasil itu tidak mau ambil resiko. Setelah mencetak gol ke gawang PSMS, Teco segera menarik Simic. Posisinya kemudian digantikan oleh striker legendaris Persija, Bambang Pamungkas. 

Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Teco ingin Simic menghemat tenaga demi pertandingan yang tak kalah krusialnya dalam dua hari ke depan. Selain Simic. Teco juga menarik sejumlah pemain inti lainnya ketika pasukannya akhirnya unggul 1-0 atas PSMS. 

 

2 dari 3 halaman

Tantangan Lebih Berat Menanti

Setelah memastikan tempat di final Piala Presiden 2018, Teco memang tidak bisa bersantai sejenak. Sebaliknya, dia harus memutar otak untuk menghadapi tantangan yang lebih berat.

Seperti diketahui, selain Piala Presiden 2018, Persija juga harus tampil di Piala AFC 2017/18. Celakanya pertandingan pertama melawan klub negeri Jiran, Johor Darul Ta’zim (JDT), bakal berlangsung di kandang lawan, dua hari setelah leg kedua melawan Ayam Kinantan. 

Itu sebabnya, setelah mendepak PSMS dari semifinal, Persija segera bertolak ke Jakarta untuk melanjutkan penerbangan ke Singapura sebelum menuju Johor Bahru, Malaysia.  

"Kami hanya punya persiapan satu hari. Kami sudah berdiskusi dengan pemain. Yang paling siap bermain, itu akan main. Setelah ini kita konsentrasi ke Piala AFC,” ujar Teco pada konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Manahan Solo, Senin (12/2/2018).

Teco belum bisa menyebutkan siapa saja pemain yang bakal tampil melawan JDT. Meski menyimpan sejumlah pilar inti saat bertemu PSMS, Teco tetap melihat kesiapan terakhir para pemainnya. Menurutnya, pemain dengan kondisi terbaik yang bakal tampil nantinya. 

"Kita akan lihat nanti siapa yang bermain di Piala AFC. Kita baru menyelesaikan pertandingan semifnal. Kita harus melihat pemain yang lebih siap,” ungkap Teco.

Tentu bukan perkara mudah menjalani dua pertandingan dengan jeda waktu yang tidak sampai sehari. Namun di sini-lah ketangguhan Persija diuji. Bila mampu melewatinya dengan mulus, kekuatan Persija di kompetisi sebenarnya tentu tak perlu diragukan lagi. 

Artikel Selanjutnya
Teco Minta Persija Kerja Keras untuk Menang Lagi
Artikel Selanjutnya
Teco Heran Ada yang Kritik Ditundanya Duel Perseru Vs Persija