Sukses

Persebaya Tutup Rapat Pintu untuk Andik Vermansah

Liputan6.com, Surabaya - Persebaya Surabaya benar-benar sudah melupakan Andik Vermansah. Negosiasi kedua belah pihak telah kandas di tengah jalan sebelum menemui titik terang.

Sebelumnya, manajemen Persebaya menuliskan surat terbuka terkait perburuan Andik. Intinya, tim berjuluk Bajul Ijo ini tidak lagi mengejar tanda tangan gelandang berusia 26 tahun tersebut karena berbagai penyebab.

Persebaya menganggap Andik tidak menunjukkan keseriusannya untuk bergabung. Pernyataan itu merujuk dari gagalnya kedua belah pihak untuk duduk dalam satu meja.

Manajer Persebaya, Chairul Basalamah bungkam ketika ditanyai kemungkinan pintu Bajul Ijo kembali terbuka untuk Andik. Pupus sudah harapan mantan pemain Selangor ini kembali ke pelukan klub yang telah membesarkan namanya.

Chairul memilih diam dibanding membuka pembahasan kembali terkait Andik. Itu terlihat melalui gesture tangannya yang ditaruh di mulut sambil memberikan gerakan mengunci.

 

2 dari 3 halaman

8 Besar Piala Presiden

Manajer Persebaya, Chairul Basalamah setuju dengan kebijakan tidak bertemu Arema FC di babak delapan besar Piala Presiden 2018. (Dimas Angga P)

Chairul yang ditemui pada pengundian babak delapan besar Piala Presiden 2018 di Hotel Sultan, Rabu (31/1/2018), lebih memilih untuk berbicara mengenai lawan Persebaya di fase gugur ini. Babak final Liga 2 musim lalu bakal terulang tatkala Bajul Ijo berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/2/2018).

“Kita bertemu siapa pun menarik, karena di kompetisi juga akan bertemu juga. Menarik melihat kekuatan PSMS yang sudah berubah. ini laga menarik,” ungkap pria yang karib dipanggil Abud itu.

Persebaya sebagai juara Grup A berada di pot 1 pada pengundian babak delapan besar. Ada kemungkinan, Bajul Ijo bertemu salah satu tim di pot 2, yaitu Arema FC.

Namun, kesempatan tersebut justru kandas sebelum drawing berlangsung. Apa pasal?

3 dari 3 halaman

Diatur Tidak Bertemu Arema FC

Organizing Committee sebagai panitia penyelenggara Piala Presiden telah memutuskan bahwa Persebaya dilarang bertemu Arema FC di babak delapan besar. Kebijakan ini diterapkan menyusul hubungan suporter kedua klub yang kurang harmonis.

“Panitia yang mengatur tidak dipertemukan. Sebetulnya, ada banyak hal dan baik-baik saja. Kita jangan lihat jeleknya saja. Kenapa tidak berpikir ke depan. Kalau rusuh terus, itu berpengaruh ke Persebaya, karena kami cari uang sendiri,” tutup Abud.

Loading
Artikel Selanjutnya
Persib Berencana Boyong 22 Pemain untuk Lawan Persebaya dan Bhayangkara FC
Artikel Selanjutnya
Bek Persib Kecewa Laga Lawan Persebaya Terusir dari Bandung