Sukses

4 Kiper Liga Italia Tertua saat Pensiun

Liputan6.com, Jakarta Tahun ini jadi akhir perjalanan karier sejumlah pesepakbola di Liga Italia. Salah satunya adalah Gianluigi Buffon. Kiper kawakan Juventus itu akan genap 40 tahun pada tanggal 28 Januari ini. Artinya, jika tak berubah pikiran, ia pensiun di usia 40 tahun, 5 bulan.

Apakah usia tersebut merupakan usia pensiun tertua seorang penjaga gawang di Liga Italia?

Ternyata tidak. Ada banyak penjaga gawang yang usia pensiunnya jauh lebih tua ketimbang Buffon. Misalnya saja Marco Storari. Kiper cadangan AC Milan itu tepat hari Minggu lalu (7/1/2018), genap berusia 41 tahun dan sampai hari ini ia belum pensiun.

Namun sama seperti Buffon, ia bakal gantung sarung tangan di akhir musim ini. Namun, usia Buffon dan Storari saat pensiun, tetap bukan yang tertua. Masih ada kiper yang paling lama bermain di Serie A? Berikut empat teratas dalam daftar kiper tertua di Serie A saat pensiun.

 

 

1 dari 5 halaman

1. Marco Ballotta

Marco Ballota (AFP/Andrea Solaro)

Pensiun di usia kepala empat sudah jadi hal yang wajar bagi penjaga gawang. Akan tetapi, Buffon dan Storari belum seberapa jika dibanding kiper legenda Lazio, Marco Balotta.

Balotta mengakhiri karier profesionalnya di usia 44 tahun lebih 38 hari. Ia menjalani pertandingan terakhirnya bersama Lazio pada 11 Mei 2008.

Sepanjang kariernya, Balotta bermain dalam 493 laga di semua ajang, termasuk 223 di antaranya di Serie A. Tak cuma di Serie A, ia juga jadi pemain tertua yang pernah bermain di Liga Champions. Terakhir kali ia tampil di Liga Champions 2007/2008 selama enam laga.

Yang menarik, selepas gantung sarung tangan bersama Lazio di musim panas 2008, Balotta tidak benar-benar berhenti bermain bola. Ia masih terus bermain hingga tahun 2015, meski hanya di kompetisi Prima Categoria.

Artinya, Balotta baru benar-benar pensiun di usia 51 tahun. Di rentang tahun 2008 hingga 2015 itu, ia bermain untuk Calcara (2008-2011), San Cesario (2011-2012), Calcara lagi (2012-2014), dan terakhir Castelvetro (2014-2015).

Sensasi Balotta tak cuma di situ. Ya, tujuh tahun bermain di level delapan Liga Italia itu, ia tak lagi bermain sebagai kiper, melainkan sebagai striker.

 

 

2 dari 5 halaman

2. Francesco Antonioli

Francesco Antonioli

Nomor dua setelah Balotta adalah Francesco Antonioli. Kiper yang pernah membela AC Milan dan AS Roma ini pensiun di usia 42 tahun lebih 235 hari. Pertandingan terakhir dilakoninya pada 6 Mei 2012, bersama AC Cesena. Ia tak lagi dimainkan selama enam bulan, sebelum akhirnya pensiun pada 22 Desember di tahun yang sama.

Sepanjang kariernya, Antonioli total tampil dalam 748 laga di semua kompetisi. Antara lain 416 laga di Serie A, 58 laga di Coppa Italia, dan 26 pertandingan di Liga Champions. Semua itu dijalaninya bersama sembilan klub yang berbeda. Selain AC Milan, Cesena dan AS Roma, ia juga pernah membela Monza, Modena, AC Pisa, Reggina, Bologna, dan Sampdoria.

Namun, dari semua klub yang pernah ia bela, karier tersukses Antonioli terjadi ketika di AC Milan dan AS Roma. Bersama Milan, ia ikut memenangkan dua gelar Serie A (1991/1992 dan 1992/1993), dua gelar Piala UEFA (1988/1989 dan 1989/1990), dua gelar Piala Super Eropa (1989 dan 1990), serta 3 gelar Piala Supercoppa Italiana (1988, 1992, dan 1993).

Sedangkan bersama AS Roma, ia jadi kiper andalan yang mengantarkan I Giallorossi memenangkan gelar Scudetto di musim 2000/2001 dan Piala Supercoppa Italiana 2001.

 

 

3 dari 5 halaman

3. Alberto Fontana

Berikutnya ada Alberto Fontana. Kiper yang terakhir membela Palermo itu pensiun di usia 41 tahun 297 hari, tepat pada 1 Juli 2009. Namun, laga terakhir dilakoninya pada 15 November 2008, ketika itu timnya kalah 0-2 melawan Inter Milan. Artinya, ia sudah tak lagi dimainkan selama tujuh bulan sebelum gantung sarung tangan.

Sepanjang kariernya (1989-2009), Fontana pernah bermain untuk SPAL, Cesena, Bari, Atalanta, Napoli, Chievo, dan Palermo. Ia juga pernah membela Inter Milan selama empat musim (2001-2005). Secara keseluruhan, ia mencatatkan 241 penampilan di Serie A dan 38 di Coppa Italia. Penampilan terbanyak dicacatkannya bersama Bari (139 pertandingan).

Karier Fontana memang tidak segemerlap Balotta ataupun Antonioli. Satu-satunya gelar yang pernah ia raih adalah Coppa Italia 2004/2005. Ketika itu ia bermain untuk Inter Milan.

 

 

4 dari 5 halaman

4. Roberto Colombo

Terakhir adalah Roberto Colombo. Ia pensiun musim panas lalu, di usia 41 tahun 234 hari bersama Cagliari. Laga melawan Chievo di giornata 32 Serie A musim lalu, tepatnya 15 April 2017, jadi penampilan terakhirnya di lapangan. Cagliari menang 4-0.

Namun, ia hanya tampil satu menit dalam pertandingan itu. Sekadar bentuk perpisahan simbolik untuknya. Di penghujung kariernya, Colombo dibekap cedera dan ia harus menjalani operasi di sisa musim 2016/2017.

Colombo merupakan kiper binaan akademi AC Milan. Namun oleh I Rossoneri, ketika sudah menembus tim utama di tahun 1994, ia lebih banyak dipinjamkan. Antara lain ke Valdagno (1995-1996), Fiorenzuola (1996-1997), Solbiatece Arno (1997-1998), dan Monza (1998-1999). Akhirnya, pada tahun 2000, ia dilepas secara permanen ke Padova. Di Padova, ia bertahan selama lima tahun, sebelum kemudian pindah ke San Marino di tahun 2005.

Di periode akhirnya sebelum pensiun, Colombo memang kembali bergabung dengan klub Serie A, yakni Napoli dan Cagliari. Namun sayangnya, ia cuma jadi kiper cadangan. Di Napoli, selama empat musim, ia cuma dimainkan satu kali. Begitu pula di Cagliari, dalam dua musim, ia juga cuma diturunkan satu kali, dan itupun cuma satu menit, seperti yang sudah disampaikan di atas.

(Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
Ketika Napoli Jadi Hantu bagi Juventus
Artikel Selanjutnya
Setia, Skriniar Ingin Bertahan Selama Mungkin di Inter Milan