Sukses

Gattuso Enggan Jadi Beban Bagi AC Milan

Liputan6.com, Milan - Selasa, 9 Januari 2017, pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso akan genap berusia 40 tahun. Di hari jadinya, dia enggan menjadi beban berat untuk Rossoneri, julukan AC Milan.

Setelah menelan dua kekalahan beruntun, Rossoneri akhirnya meraih hasil positif. AC Milan mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Memperingati hari kelahirannya, Gattuso berharap kariernya tak seumur jagung bersama AC Milan. Dia akan mengerahkan semua pikirannya untuk memperbaiki performa Rossoneri.

"Pemiliki klub sudah menginvestasikan banyak uangnya. Mereka memberikan saya tanggung jawab dan kepercayaan yang besar," ucap Gattuso, dikutip dari Football Italia.

"Saya akan melakukan segalanya untuk bertahan. Saya tidak mau menjadi beban bagi AC Milan," ujar pria kelahiran Italia tersebut.

1 dari 3 halaman

Keinginan Gattuso

Gattuso sendiri berharap, dirinya bisa mengontrol emosi di usianya yang sudah 40 tahun. Dia ingin mengubah image-nya sebagai pria tempramental.

"Hadiah ulang tahun? Saya ingin mengurangi rasa marah, ingin lebih tenang. Mungkin ini akan terlihat seperti saya menikmati diri sendiri," katanya.

"Namun, untuk menjadi pria tenang, saya rasa sulit. Istri saya juga bilang kalau saya akan gila bila seperti itu," ucap Gattuso.

2 dari 3 halaman

Penyakit Mata

Lebih lanjut, Gattuso mengatakan, dia sempat tak memikirkan menjadi pelatih. Penyakit mata yang dideritanya membuat Gattuso berpikir ulang.

"Pada usia 30 tahun, saya tidak berkeinginan menjadi pelatih. Kemudian, di usia 33 atau 34 tahun, saya memiliki masalah dengan penglihatan," Gattuso menceritakan.

"Saya sangat marah ketika memutuskan untuk berhenti bermain. Tapi lima tahun lalu saya berpikir untuk menjadi pelatih dan sekarang punya hasrat besar melakukan pekerjaan ini. Menjadi pelatih membuat saya bisa memperbaiki diri," ujar mantan gelandang Timnas Italia tersebut.

Artikel Selanjutnya
3 Kunci Agar AC Milan Bisa Bersinar Lagi di Kompetisi Eropa
Artikel Selanjutnya
Menawarkan Diri, AC Milan Tolak Theo Walcott