5 Pertanyaan Tak Terjawab pada MotoGP 2017

MotoGP musim 2017 memiliki beberapa pertanyaan yang belum terjawab sampai sekarang. Apa saja?

Diterbitkan 20 Desember 2017, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski begitu, Rossi mampu menempati peringkat keempat di Sirkuit Aragon setelah pulih dari cedera. Prestasi itu membuat publik bertanya apa yang akan Rossi raih jika tidak diganggu cedera.

Banyak pihak menganggap jika Rossi bakal menempati posisi lebih baik jika tidak mengalami cedera. Pebalap asal Italia itu hanya menempati peringkat kelima klasemen akhir MotoGP dengan perolehan 208 poin.

Duel Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso

Andrea Dovizioso masih berpeluang menjadi juara dunia menjelang seri terakhir MotoGP 2017 di Valencia. Situasi itu membuat Ducati ditengarai bakal memberikan team order kepada Jorge Lorenzo.

Bukan tanpa alasan, Lorenzo berhasil membantu Dovizioso menjadi juara pada seri Sepang. Ketika itu, pebalap asal Spanyol tersebut tidak ngotot mengejar Dovizioso yang berada di posisi terdepan.

Akan tetapi, Lorenzo justru tidak mengikuti instruksi tim pada seri terakhir di Valencia. Akibatnya, Dovizioso yang minimal harus menempati peringkat ketiga untuk menjadi juara justru terjatuh.

Setelah balapan usai, Lorenzo mengaku berniat membantu Dovizioso menjelang lap akhir. Namun, dia tidak akan melakukan hal tersebut sepanjang balapan berlangsung.

 

Inkonsistensi Maverick Vinales

Nama Maverick Vinales sempat mencuri perhatian pada awal pagelaran MotoGP 2017. Vinales berhasil menjadi juara pada tiga dari lima seri pertama.

Pebalap asal Spanyol itu menjadi yang tercepat pada seri Qatar, Argentina, dan Prancis. Namun, performa Vinales mulai menurun sejak seri Catalunya. Mantan pebalap Suzuki itu hanya menempati peringkat ke-10.

Setelah itu, Vinales kesulitan mengulangi kegemilangan pada awal musim. Prestasi terbaiknya hanya menempati peringkat kedua pada seri Britania Raya.

Akibat penampilan inkonsisten itu, Vinales hanya mampu menempati peringkat ketiga klasemen akhir MotoGP 2017. Pebalap berusia 22 tahun tersebut mengumpulkan poin akhir 230.

 

Andrea Iannone di Qatar

Pada musim pertama bersama Suzuki, Andrea Iannone berhasil menempati peringkat kedua kualifikasi seri Qatar. Kondisi tersebut membuatnya menjadi favorit pada seri tersebut.

Meski begitu, pebalap asal Italia tersebut justru terjatuh di tengah-tengah balapan. Iannone pun gagal meraih poin pada seri pertama MotoGP 2017.

Banyak pihak menganggap Iannone dapat memberikan podium pertama untuk Suzuki jika tidak terjatuh di Qatar. Selain itu, kejatuhan pebalap berusia 28 tahun itu juga menjadi awal keterpurukan Suzuki.

Sepanjang pagelaran MotoGP 2017, prestasi terbaik yang diraih oleh Suzuki adalah dua kali peringkat keempat. Iannone menempati posisi itu pada seri Jepang, sedangkan Alex Rins pada seri terakhir di Valencia.

Sumber: Crash

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tyo Harsono, Ary WibowoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan