3 Pelatih Argentina yang Berkarier di Indonesia

Mario Gomez yang baru ditunjuk sebagai pelatih Persib bukan orang Argentina pertama yang sempat melatih di Indonesia.

Diterbitkan 29 November 2017, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebagai pelatih, sudah banyak klub Indonesia yang ditanganinya. Mulai dari Persela Lamongan, Gresik United, Borneo FC U-21, dan Persipura Jayapura yang dibawa Vera menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

2. Carlos Cambon

Sebagai pemain, Cambon memiliki karier yang mengesankan di Argentina. Ia sempat memperkuat tim-tim sekaliber Chacarita Juniors, Boca Juniors, dan Union de Santa Fe. Hingga kini, ada kisah Cambon yang masih diingat publik Argentina.

Kala itu, ia menjalani debutnya bersama Boca dalam laga Superclasico melawan River Plate. Tak tanggung-tanggung, pria berusia 68 tahun itu langsung mencetak empat gol. Di sana, ia memenangkan dua gelar liga serta Metropolitano & Nacional.

Persija Jakarta Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Usai pensiun, ia pun mengasah kemampuannya sebagai pelatih. Ia sempat ditunjuk sebagai caretaker Boca. Lalu, ia beralih ke Bolivia untuk menukangi Blooming. Di Indonesia, Cambon sempat berstatus sebagai pelatih Persija Jakarta.

Sayang, kiprahnya bersama Persija berakhir pada pertengahan musim. Ia dinilai terlalu banyak menuntut kepada manajemen. Pada akhirnya, ia pun di depan meski saat itu Persija tengah berada di papan atas Liga Indonesia 2004.

 

3. Mario Kempes

Pecinta sepak bola dunia tentu mengenal sosok Kempes. Itu karena ia sempat menjadi andalan lini depan Timnas Argentina yang memenangkan Piala Dunia 1978 dan memperkuat beberapa klub top dunia. Di level klub, ia sempat memperkuat Valencia, River Plate, Hercules, dan Rosario Central.

Mario Kempes, top scorer Piala Dunia 1978 asal Argentina.

Pada 1995, ia membuat kejutan ketika memutuskan untuk berkelana ke Indonesia dan memperkuat Pelita Jaya. Tak hanya sebagai pemain, ia juga diberikan tugas menjadi pelatih. Padahal, saat itu ia sudah berusia 45 tahun dan telah memutuskan pensiun.

Meski jarang dimainkan selama 90 menit, Kempes tetap memiliki catatan yang mengesankan. Ia mampu mengemas 10 gol dari 15 pertandingan di musim 1995/1996. Usai dari Pelita, ia benar-benar memutuskan untuk gantung sepatu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan