Jadi Calon Pelatih Timnas Italia, Ini 4 Fakta Unik Ancelotti

Ancelotti mendapat dukungan penuh untuk memimpin Timnas Italia.

Diterbitkan 18 November 2017, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Uniknya, ia pun sempat melakukannya saat melatih Real Madrid. Itu saat Madrid tengah bertandang ke markas Espanyol pada Mei 2015. Saat itu, Ancelotti memang sedang tak bisa berada di pinggir lapangan. Ia merokok saat sedang menonton dari royal box.

Namun, kabar terkini menyebut Ancelotti sudah menghentikan kebiasaan buruknya itu. Adalah Direkrut Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic yang melarang Ancelotti untuk tidak lagi merokok saat menjalankan tugas.

"Saya yang meminta Ancelotti tak merokok di klub. Tentu dia bisa menerimanya, karena merupakan seorang profesional," kata Salihamidzic. "Itu bagus buat saya. Lagipula istri saya sangat senang," timpal Ancelotti.

 

3. Rekor Spesial di Liga Champions

Kualitas Ancelotti sebagai pelatih sudah tak perlu diakui lagi. Hingga kini, sudah tiga kali ia merasakan gelar Liga Champions. Dua di antaranya bersama Milan dan satu kali bersama Madrid.

Carlo Ancelotti - 3 gelar Liga Champions, AC Milan (2003 dan 2007) dan Real Madrid (2014). (AFP/Franck Fife)

Selain sebagai pelatih, ia juga memiliki karier cemerlang sebagai pelatih. Ia pun masih dalam daftar salah satu dari tujuh orang yang menjuarai Liga Champions sebagai pemain dan pelatih.

Sebagai pemain, ia menikmati gelar tersebut saat berkostum Milan pada musim 1988/1989 dan 1989/1990. Ia juga menyempurnakan kariernya sebagai pemain dengan membawa AS Roma menjuarai Serie A 1982/1983.

 

4. Formasi Pohon Cemara

Ancelotti juga dikenal sebagai pelatih yang visioner. Ia dianggap sebagai penemu formasi pohon cemara 4-3-2-1 saat bertugas sebagai pelatih I Rossoneri pada 2002-2003. Alasannya pun cukup unik, ia tak ingin menyia-nyiakan banyaknya stok playmaker Milan.

Saat itu Milan merekrut dua playmaker di bursa transfer, yakni Clarence Seedorf dan Rivaldo. Padahal, saat itu mereka sudah memiliki dua playmaker lain seperti Andrea Pirlo dan Rui Costa.

Andrea Pirlo (AFP/Giuseppe Cacace)

Dalam kondisi itu, Ancelotti menempatkan Pirlo sebagai deep lying playmaker, tepat di depan empat bek. Lalu, ia memasang Seedorf di sisi sayap bersama Rui Costa, sedangkan Rivaldo bermain di belakang striker.

Sempat diragukan, racikan terbukti Ancelotti berhasil. Bahkan, sampai saat ini ada beberapa pelatih yang mencoba untuk meniru formasi pohon cemara ala Ancelotti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan