Sukses

Ini Rencana Suzuki Untuk MotoGP Musim depan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Suzuki Ecstar alami penurunan prestasi setelah ditinggal Maverick Vinales yang hijrah ke Movistar Yamaha. Pembalap muda asal Italia, Andrea Iannone ternyata kesulitan untuk beradaptasi di tim balap asal Jepang itu.

Sebagai bukti, Suzuki belum satu kali pun mendapatkan podium musim ini. Iannone mulai membaik di MotoGP Jepang dan Australia dengan torehan posisi empat dan enam.

Pada MotoGP Australia di Sirkuit Philip Island akhir pekan lalu, Iannone sebenarnya bersaing untuk rebut podium atau bahkan juara. Namun di lap-lap akhir, dia gagal pertahankan momentum sehingga disalip beberapa pembalap dan tercecer di posisi enam.

Mesk begitu, Manajer Suzuki Ecstar, Davide Brivio tidak pesimistis menghadapi MotoGP musim depan. Dia mengaku timnya sudah merancang beberapa rencana untuk MotoGP musim depan.

"Kami sudah merancang rencana tahun depan. Kami sedang mengolah mesin baru, new evolution yang mempunya tenaga lebih besar dan berkarakter. Saya merasa kami harus lebih baik musim depan," ujar Brivio kepada wartawan, Jumat (27/10/2017).

Dia juga mengaku musim depan kemungkinan tak ada pergantian pembalap. Dia mengatakan masih mempercayai potensi yang dimiliki Andrea Iannone dan Alex Rins.

"Iannone terus mendapatkan feeling yang lebih bagus dengan motor. Kita bisa berharap dia kembali mendapatkan podium lebih banyak. Alex Rins itu punya talenta bagus. Anda bisa lihat di data. Dia hanya butuh pengalaman lebih. Dengan begitu, dia bisa lebih percaya diri di balapan," ucapnya.

 

2 dari 2 halaman

Komentari Perubahan Regulasi

Sementara itu, Brivio juga mengomentari perubahan regulasi MotoGP 2018. Salah satu yang berubah yaitu dibatasinya jumlah tes bagi tim-tim MotoGP.

Ini juga terkait bertambahnya satu seri MotoGP yaitu di Sirkuit Chang Thailand. Brivio mengaku tak terlalu khawatir dengan perubahan itu.

"Sebenarnya tak ada yang berubah. Kami tetap melakukan tes selama lima hari. Memang tes lebih terbatas karena harus pilih tiga sirkuit," ujarnya.

"Ini bukan perubahan drastis. Kami hanya butuh penyesuaian. Tahun depan 19 seri, mungkin tahun berikutnya 20 seri. memang tidak ada waktu untuk tes di sela-sela balapan," ujarnya.