5 Alasan Mengapa Guardiola Sangat Spesial di Dunia Sepak Bola

Kualitas Guardiola tak perlu diragukan lagi, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Diterbitkan 13 Oktober 2017, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak karena pengalaman minim yang dimiliki manajer berkepala plontos itu. Sebagai pelatih dia hanya berhasil tangani Barca B, itu juga hanya selama 1 tahun.

Guardiola membuktikan semua keraguannya salah dan malah menghadirkan era baru sepak bola berbasis kepemilikan alias tiki-taka. Barca menjadi tim Spanyol pertama dalam sejarah yang meraih treble, yakni La Liga, Liga Champions dan Copa Del Rey.

Selanjutnya, pada 2009, dia melanjutkan kesuksesannya bersama El Barca dengan rebut Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol dan Piala Dunia Antar-klub. Bersamanya, Barca menjadi tim pertama dalam sejarah yang telah memenangkan sextuple.

Guardiola memenangkan 14 piala selama masa jabatannya sebagai pelatih Barcelona dari 2008-2012. Catatannya di sana mengilap dengan 158 kemenangan, 47 seri dan 21 kalah dalam 247 pertandingan dengan persentase kemenangan 72,5%.

3. Penemu False 9 dan Tiki Taka

Keputusan utama yang diambil Pep adalah melepas pemain yang tidak ada dalam rencananya, termasuk Deco, Samuel Eto'o dan Ronaldinho Gaucho. Dibutuhkan keberanian bagi pelatih manapun untuk menjual mantan pemenang Ballon d'Or, pemain favorit, dan pemain yang masih di puncaknya.

Sebagai gantinya, Pep menyerahkan kaos nomor 10 yang terkenal itu kepada seorang pemain muda Argentina dengan nama Lionel Messi. Pep memperkuat skuat dengan pemain berbakat secara teknis seperti Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Cesc Fabregas, Pedro, Gerard Pique dan Carles Puyol.

Skuatnya itu dibuat untuk memenuhi permintaan sepak bola ala Barca yang punya visi tinggi, tak tersentuh dan Tiki-Taka. Sistem ini juga sangat dimanfaatkan oleh Timnas Spanyol dalam kemenangan Piala Dunia 2010, yang terdiri dari tujuh pemain Barcelona di starting XI.

Di Barca, Messi dimainkan sebagai 'false 9'. Dia diposisikan di antara lini tengah lawan dan lini pertahanan. La Pulga juga memiliki kebebasan untuk berkeliaran di manapun untuk mengatur alur serangan.

4. Beradaptasi dengan Liga yang Berbeda

Setelah menjalani cuti panjang selama satu tahun, Pep bergabung dengan Bayern Muenchen untuk mencari tantangan baru. Di Jerman, sekali lagi, banyak yang meragukan kemampuan Pep yang dianggap lebih bermain fisik.

Pep membungkam kritik itu dengan memenangkan Bundesliga, DFB Pokal, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar-klub di tahun pertamanya bersama Bayern. Begitulah dominasi Bayern di Bundesliga.

Tidak memenangkan Liga Champions dengan sebuah tim mapan laiknya Bayern mungkin adalah satu-satunya hal yang membuat Guardiola kurang dihargai. Namun itu tak membuat kinerjanya diremehkan apalagi kini bersama Manchester City dia bisa berbuat banyak dan patut dinantikan hasilnya.

5. Senang Kembangkan Pemain Muda

Orang tidak perlu melihat lebih jauh dari skuat Manchester City saat ini untuk mengerti fokus yang diberikan Guardiola pada para senjata mudanya. Sejak mengambil alih tim asal Etihad itu, Pep telah membawa anak-anak muda berbakat seperti Gabriel Jesus, Leroy Sane, John Stones dan Kyle Walker.

Itu tidak hanya berakhir di sini. City telah melakukan investasi yang sehat untuk membeli klub La Liga, Girona. Klub itu diharapkan dapat memfasilitasi kelancaran transisi pemain muda antara Spanyol dan Inggris, baik secara pinjaman maupun kontrak permanen.

Sudah jelas bahwa Pep menganggap bakat muda sangat tinggi dan percaya untuk menanamkan filosofinya. Sehingga mereka belajar tidak hanya untuk sukses dalam satu atau dua musim, melainkan tampil dengan cara menginspirasi generasi yang akan datang. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Pep Guardiola merupakan eks pemain sepak bola yang kini menggeluti dunia kepelatihan sepak bola
    Pep Guardiola merupakan eks pemain sepak bola yang kini menggeluti dunia kepelatihan sepak bola
    Pep Guardiola
  • Manchester City sukses mengganggu dominasi Manchester United dalam beberapa musim belakangan karena akusisi yang dilakukan oleh Sheikh Manso
    Manchester City menjadi salah satu klub elite Liga Inggris dalam 1 dekade terakhir
    Manchester City
  • Guardiola