5 Alasan Mengapa Dominasi Messi-Ronaldo di Ballon d'Or Berakhir

Performa Messi dan Ronaldo musim ini dianggap mulai menurun dan diragukan memenangi Ballon d'Or.

Diterbitkan 20 Mei 2017, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satu dekade terakhir, sepak bola dunia disajikan dengan dua pemain terbaik di planet ini, yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Tapi, akankah dominasi keduanya akan bertahan musim depan? Sepertinya tidak.

Sudah sejak 2008 lalu, penghargaan Ballon d'Or cuma dihiasi oleh Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Faktanya, Ronaldo dan Messi pemain terbaik pada generasinya.

Namun, umur keduanya sudah mulai memasuki kepala tiga. Kendati belum signifikan, performa Messi dan Ronaldo sedikit menurun musim ini.

Sekarang, sudah mulai banyak bermunculan beberapa pemain muda hebat dengan generasi baru. Paulo Dybala, Eden Hazard, hingga Kylan Mbappe bisa jadi fenomena baru dalam sepak bola dunia.

Terdapat lima alasan mengapa Ronaldo dan Messi tak lagi dominan musim depan. Apa saja itu? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

Kualitas Ronaldo Menurun

5. Ronaldo Dipercaya Mulai Turun Kualitasnya

Ronaldo saat ini memang sudah tak lagi muda. Dia sudah berusia 32 tahun dan jelas, kondisi fisiknya harus selalu dijaga agar bisa selalu fit dalam tiap laganya.

Pemain internasional Portugal ini jelas pemain yang sangat kuat secara fisik. Namun bukan rahasia umum, semakin tua atlet, maka cedera bisa jadi mimpi buruk. Dia mulai rentan pada hal itu.

Kekuatan fisik Ronaldo jelas tak usah diragukan, tapi cedera bisa berisiko besar bagi dia.

Messi Belum Teken Kontrak Baru

4. Messi Masih Belum Menandatangani Kontrak Baru

Messi dan Barcelona telah menjadi begitu saling terkait dalam sedekade terakhir, sehingga sangat sulit membayangkannya cabut dari tim. Itulah mengapa sangat aneh mendengar Messi saat ini tengah dipusingkan dalam negosiasi kontrak dengan klub tersebut, setelah menolak pekan lalu.

Perpanjangan kontrak itu sendiri dilaporkan bernilai sekitar 29 juta pounds per musim. Andai disetujui, nilai itu bisa membuatnya menjadi pemain bergaji tinggi di sepak bola.

Akan tetapi, bila nilai itu ditolak Barcelona, Messi bisa saja cabut ke klub lain. Sebab, masa baktinya bersama El Barca bakal berakhir pada 2017/18.

Poin ini bisa menjadi diperdebatkan dalam beberapa minggu ke depan jika Messi mencetak kesepakatan baru. Spekulasi berat semacam itu pasti akan membebani pikirannya. Jika dia harus melakukan masa depannya di klub lain, dominasi Messi mungkin mulai berkurang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3. Posisi Baru Ronaldo yang Kurang CocokKetika pertama kali tampil di Manchester United pada tahun 2003, Ronaldo dipandang sebagai pemain sayap terbaik karena kemampuan dribbling, kecepatan dan kemampuannya melewati lawan. Seiring kariernya berkembang, posisi terbaiknya kini sebagai gelandang menyerang. Jelas, ini memungkinkan dia mencetak gol yang luar biasa.Musim ini, dia berperan sebagai penyerang tunggal atau nomor 9 di Madrid. Sebenarnya, ia berhasil dalam peran itu, terutama dalam pertandingan melawan Atletico Madrid dan Bayern Muenchen di Liga Champions.Namun, secara statistik ada penurunan produktivitas dari Ronaldo dengan perannya itu. Kini, dia cuma mengemas 37 gol, terendah sejak musim debutnya di La Liga. Jelas, andai bertahan sebagai striker utama, bukan tak mungkin Ronaldo bakal kembali menurun drastis musim depan.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi Wicaksono, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan