5 Alasan Mengapa Real Madrid Hancur di El Clasico

Real Madrid dikalahkan Barcelona 2-3 meski sempat memimpin.

Diterbitkan 26 April 2017, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Real Madrid bermain dengan gaya sepak bola gung-ho, di mana bahkan gelandang bertahan dan bek sayap bermain tinggi ke atas untuk menyerang. Dengan laga berjalan 1-1, Zidane memilih untuk memasukkan Mateo Kovacic untuk gantikan Casemiro.

Kovacic bukan gelandang bertahan dan tidak bisa berperan seperti itu. Casemiro sendiri beruntung bisa bertahan hingga menit ke-70, setelah beberapa tekel sembrono pada Messi yang tidak dihukum sesaat sebelum jeda.

Mantan gelandang Inter itu belum benar-benar sukses di Madrid, dan hampir tidak membantu Luka Modric melakukan kontrol apapun di lini tengah. Tidak akan mengejutkan jika Madrid melepaskan gelandang Kroasia itu, dan menemukan seorang gelandang yang bisa melakukan kontrol selama pertandingan besar.

Performa Ronaldo

Bintang asal Portugal itu tampak seperti tak biasanya. Dia melewatkan beberapa peluang. Ada kesempatan yang paling mencolok di menit ke-67 saat Ronaldo tak bisa kontrol umpan manis dari Asensio.

Bahkan kerja samanya dengan Benzema tidak semulus biasa. Dia tak bisa mengendalikan proses seperti biasanya.

Cristiano Ronaldo gagal memaksimalkan sejumlah peluang di el clasico. (AFP Photo/Pierre Philippe Marcou)

Ronaldo adalah pemain besar. Namun jelas sangat terlihat kalau dia merasa frustrasi malam itu.

Taktik Zidane

Prestasi Zinedine Zidane tidak bisa dipertanyakan atau diragukan. Madrid sangat hebat di bawah sosok asal Prancis itu, setelah memenangkan Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Zidane membawa kehidupan kembali ke Bernabeu setelah beberapa penampilan yang benar-benar hambar dan tak bernyawa di bawah arahan Rafael Benitez.

Tapi setelah mengatakan semua ini, dia tidak membawa gaya bermain ke Madrid atau perubahan taktis dalam cara tim bermain. Akan lebih masuk akal jika Zidane menerapkan taktik dengan cara yang berbeda melawan Barcelona yang inkonsisten.

Dia harusnya menurunkan Isco, Asensio, dan James Rodriguez sejak awal menggantikan Kroos, Bale dan Benzema, serta mendorong Ronaldo secara sendirian di depan. Ini akan memberi Madrid lebih banyak mobilitas dan kontrol di lapangan.

Contoh lain ketika taktik Zidane membingungkan adalah setelah timnya menyamakan kedudukan dengan 10 orang dan hanya memiliki beberapa menit sampai peluit akhir. Namun Madrid malah mencoba menyerang sehingga meninggalkan lubang di lini belakang. Messi kemudian memanfaatkan hal itu dan mencetak gol penentu kemenangan Barcelona. (I. Eka Setiawan)

Zinedine Zidane memberi instruksi pada el clasico. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • El Clasico