6 Pemain yang Bersinar Setelah Tinggalkan Liga Inggris

Persaingan Liga Inggris ketat, pemain bintang sulit bersinar.

Diterbitkan 11 April 2017, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Liga Inggris merupakan kompetisi paling elite di dunia. Wajar bila pemain-pemain sepak bola berlomba-lomba mengadu nasib di liga tertinggi Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Namun tidak mudah bersinar di Liga Inggris. Persaingan ketat. Bahkan pemain bintang dari liga lain tidak jarang justru terpuruk saat memutuskan hijrah ke kompetisi ini. 

Kerasnya persaingan di Liga Inggris memaksa pemain untuk selalu tampil prima di setiap pertandingaan. Profesionalisme pemain juga harus dinjunjung tinggi. Kebiasaan ini pun secara tidak langsung ikut meningkatkan kemampuan pemain di atas lapangan. 

Itu sebabnya, terpuruk di Liga Inggris bukan berarti akhir dari karier pemain. Sebaliknya, bisa jadi itu menjadi tanda kebangkitan di tempat yang berbeda. Bahkan sejumlah pemain yang terlempar dari Liga Inggris sanggup bersinar lebih terang. 

Lantas, siapa saja pemain yang sukses setelah pindah liga? Berikut daftarnya dinukil dari Footy Jokes:

6. Iago Aspas

Pria kelairan Moana, Spanyol ini sempat dituding sebagai biang keladi keterpurukan Liverpool. Padahal sebelum bergabung ke Anfield, Aspas merupakan peluru tajam Celta Vigo. Di tim ini Aspas mampu mencetak 46 gol dalam 139 laga sejak 2008-2013. 

Daripada kariernya meredup terus, Aspas pun meninggalkan Liverpool 2015 lalu. Dia kembali ke Celta Vigo dan menemukan kembali ketajamannya. 

Bersama Celta Vigo, kariernya kembali cemerlang. Dari 60 pertandingan dia sudah mengemas 29 gol. Bahkan, musim ini dia sudah mengemas 16 gol dari 22 laga.

5. Mohamed Salah

Salah menjadi pemain Mesir pertama yang memperkuat Chelsea. Dia bergabung ke Stamford Bridge 26 Januari 2014 dengan nilai transfer sebesar 11 juta pound sterling.

Awalnya, Salah diprediksi bakal memiliki karier cemerlang di Liga Inggris. Sebab kecepatan yang dimiliki pemain 24 tahun itu cocok dengan gaya sepak bola di sana.

Namun nasib berkata lain. Sebab Salah justru jarang mendapat kesempatan tampi. Dia bahkan sempat dipinjamkan ke Fiorentina dan AS Roma. Tapi justru keputusan ini menjadi awal dari kebangkitan pemain kelahiran Basyoun, El Gharbia, 15 Juni 1992.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Salah akhirnya dilepas ke Roma secara pemanen. Musim ini, dia mengemas 11 gol dan 8 asisst. Ini lebih baik dari saat memperkuat Chelsea yang hanya 2 gol dari 13 laga.

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan