KOLOM: Barcelona Terpuruk, Bukan Semata Salah Enrique

Barcelona dinilai terpuruk usai kalah telak 0-4 dari PSG, apa analisanya? Berikut ulasan Asep Ginanjar.

Diterbitkan 24 Februari 2017, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Malam jahanam di Paris. Sebuah malam yang tak akan mau diingat dan sepantasnya dilupakan oleh Barcelona. Malam itu, bukan hanya kalah telak 0-4 dari sang tuan rumah, Paris Saint-Germain, El Barca pun kalah total di lapangan. Lalu, usai pertandingan, entrenador Luis Enrique tak bisa mengontrol emosi saat diwawancara sebuah stasiun televisi. Dia bahkan hendak menyerang sang reporter andai tak dicegah oleh tiga orang dari staf kepelatihannya.

Kekalahan itu memang tak bisa diterima begitu saja. Terakhir kali El Barca kalah dengan skor 0-4 adalah di Piala Super Spanyol 2015 saat melawat ke kandang Athletic Bilbao. Sementara itu, di Liga Champions, kekalahan dengan skor serupa terakhir kali dialami di Allianz Arena, kandang Bayern Muenchen, pada semifinal leg I musim 2012-13.

Dalam dua kesempatan itu, Barcelona gagal membalikkan keadaan saat menjalani leg II. Mereka kembali kalah telak, 0-3, dari Bayern dan hanya imbang 1-1 saat menjamu Bilbao. Tak ayal, kini terbayang kegagalan melangkah ke perempat final Liga Champions untuk kali pertama dalam satu dasawarsa terakhir. Tepat sepuluh tahun lalu El Barca merasakan tersisih di 16-besar. Liverpool yang menyingkirkan mereka. Setelah itu, El Barca setidaknya melangkah ke perempat final. Dua kali mereka tersingkir di babak ini. Kedua-duanya versus Atletico Madrid.

Ekspresi wajah Pelatih Barcelona, Luis Enrique Martinez, saat sesi konferensi pers, Senin (13/2/2017). Luis Enrique diprediksi bakal meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini.  (AFP/Christophe Simon)

Kekalahan telak di Parc des Princes itu pun menjadi rekor kekalahan terbesar yang dialami Barcelona dari tim asal Prancis. Sebelumnya, rekor adalah kekalahan 1-4 yang diderita dari Metz pada 1984 di kancah Piala Winners.

Memang benar, bagi segelintir orang, kekalahan itu bisa sangat dimengerti karena PSG ditangani entrenador asal spanyol, Unai Emery. Dia tentu tahu banyak soal Barcelona, lawan yang paling sering ditemuinya sepanjang berkarier sebagai pelatih. Laga di Parc des Princes lalu itu adalah pertemuan ke-24 Emery dengan El Barca.

Gelandang PSG Marco Verratti beraksi pada laga melawan Barcelona di Parc des Princes, Paris, 14 Februari 2017. (AFP/Philippe Lopez)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Akan tetapi, Emery bukanlah pawang Barcelona. Sejak bersama Almeria pada 2007-08, dia sangat jarang menangguk kemenangan atas El Barca. Kemenangan bersama PSG adalah yang kedua. Sisanya, dari 22 laga, sebanyak 16 kali berakhir kekalahan dan enam kali saja yang berujung hasil imbang.Di Parc des Princes, PSG memang tampil lebih superior dari[ Barcelona](2866782 ""). Namun, kekalahan itu tetap saja lebih disebabkan oleh performa buruk Javier Mascherano dkk. Mereka seperti clueless menghadapi gempuran Blaise Matuidi cs. Trio MSN (Messi-Suarez-Neymar) saja tak bisa berbuat banyak. Sebagai pelatih, Enrique menjadi sasaran. Banyak pihak menilai kekalahan memalukan itu gara-gara ketidakbecusan Lucho menangani El Barca.

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan