4 Klub Liga Inggris Ini Sia-siakan Potensi Pemain Cadangan

Klub-klub Liga Inggris ini dinilai kurang mampu memaksimalkan para pemain di bangku cadangan.

Diterbitkan 13 Februari 2017, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Manchester United

2. Manchester United

Jose Mourinho mungkin dikenal sebagai salah satu pelatih yang disegani banyak pemain. Tak jarang dari pemain yang memilih angkat koper lantaran tidak cocok dengan sistem atau gaya permainan pelatih berkebangsaan Portugal itu.

Dari banyak hal yang sudah diketahui, ada satu masalah serius yang hingga kini belum juga diatasi Mourinho, yakni kurangnya mempercayai pemain cadangan. Sejauh ini, sangat terlihat ketimpangan di ruang ganti Setan Merah.

Padahal pemain pengganti United punya kelebihan dan tak kalah dari skuat utama. Sebut saja Bastian Schweinsteiger dan Wayne Rooney. Kedua pemain ini sering kali menjadi bintang di pertandingan ketika sukses mengubah keadaan dengan mencetak gol. Seperti yang dilakukan gelandang veteran Jerman sewaktu mencetak gol perdananya di musim ini saat mengantarkan Setan Merah menang atas Wigan Athletic dengan skor 4-0.

Tottenham Hotspur

3. Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino pernah berbicara tentang perlunya pemain cadangan yang memiliki kualitas yang sama dengan skuat utama. Ini dilakukan agar ketika ada pemain andalan yang mengalami cedera pelatih sudah tak perlu repot lagi mencari pengganti yang ideal.

Artinya, pemain yang berada di bangku cadangan bisa dikatakan sebagai ajang pembuktian untuk pemain itu sendiri. Apalagi pelatih berkebangsaan Argentina itu terlihat kesulitan untuk menemukan pengganti Erik Lamela yang mengalami cedera.

Pasalnya sejauh ini belum ada alternatif yang ideal untuk menggantikan Lamela. Alasan inilah yang membuat Pochettino sering kali inkonsistensi.

Manchester City

4. Manchester City

Sama seperti tim sekota mereka, Manchester City juga dikenal sebagai klub dengan skuat yang kurang keseimbangan. Pep Guardiola punya beberapa pemain pengganti berkualitas di beberapa lini, tapi ada celah yang sulit ditutupi oleh tim.

Tapi bedanya Guardiola mampu merespons kekurangan itu dengan cepat, salah satunya dengan mendatangkan Gabriel di tahun ini. Perubahan yang terjadi di lini depan memaksa Sergio Aguero merasa terasingkan lantaran dia lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.

Tak hanya pada bagian posisi penyerang saja yang mengalami perubahan. Posisi pengatur ritme permainan juga terasa sangat berbeda, karena Guardiola masih sulit membaca karakter pemainnya sehingga ada banyak ketimpangan yang terjadi. Misalnya dari kesempatan bermain di mana tak semua mendapatkan kesempatan yang layak. (David Permana)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan