Kaleidoskop 2016: Kesabaran Bawa Marquez Juara MotoGP

Marquez tampil lebih sabar sepanjang 2016 dan ini membantunya jadi juara MotoGP.

Diterbitkan 30 Desember 2016, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ini jelas sangat jauh dibandingkan 2015 lalu dimana Marquez juga rebut 5 kali podium juara. Tapi, Marquez mencoreng peluang juaranya karena 6 kali gagal finis, termasuk insiden saling sikut dengan Valentino Rossi di Sirkuit Sepang November 2015 lalu.

"Dulu, saya menganggap setiap balapan seperti final. Ada keharusan untuk selalu menang, tapi lupakan gelar juara," ujarnya seperti dikuti Autosport.

"Tapi sekarang saya mulai mengerti jika setiap pekan balapan merupakan bagian kecil menuju final, ya final menjadi juara."

Catatkan Rekor

Deretan rekor pun sukses ditorehkan oleh Marquez setelah mengemas gelar juara di MotoGP 2016. Dia kalahkan Rossi sebagai pembalap termuda yang sukses merebut 5 gelar juara di tiga kelas berbeda.

Saat menggamit juara MotoGP 2016, Marquez masih berusia 23 tahun, 242 hari. Di usia yang sama, dia menjadi yang termuda rebut tiga gelar MotoGP.

Saat ini, dia juga menjadi raja pole positions bersama Jorge Lorenzo dengan 65 kali pole. Lagi, Marquez sudah kalahkan jumlah pole Rossi yang terpaut satu pole positions.

Melihat usianya, tentu sangat luar biasa Marquez bisa lewati catatan pole Rossi. Namun ini juga bisa dipahami karena Rossi tipikal pembalap yang kerap tidak start di posisi pole, namun bisa jadi juara.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, merayakan keberhasilan menjadi juara dunia musim 2016 usai memenangi balapan MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi, Minggu (16/10/2016). (Crash)

Di musim 2016, Marquez koleksi 298 poin di akhir musim. Dia sudah pastikan gelar juara sejak MotoGP Jepang di Motegi, kala masih tersisa tiga seri lagi.

Menghadapi MotoGP 2016, Marquez bukannya tanpa kendala. Dia harus bisa kompromi dengan masalah motor Honda RC213V yang tidak unggul saat akselerasi. Lalu, dia harus bisa menjinakkan power besar dari motor dengan sistem ECU anyar.

Ini membuat Marquez tertekan sepanjang 2016. Maka itu, kesabaran sungguh berguna bagi Marquez untuk meredam tekanan yang dirasakannya.

"Gelar juara MotoGP 2016 sangat spesial karena banyaknya tekanan yang saya rasa. Belum lagi kendala motor yang kerap tidak siap di beberapa sirkuit," ujarnya.

"Saya hanya pikirkan bisa finis balapan. Terkadang sulit menerima pembalap lain salip saya dan finis lebih depan. Tapi saya mulai paham bisa finis saja sudah bagus untuk gelar juara," katanya, menambahkan.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mencium motor RC213V usai menyegel titel MotoGP 2016 di Twin Ring Motegi, Jepang, Minggu (16/10/2016). (Autosport)

Marquez yang sabar, apakah bakal berlanjut di MotoGP 2017? Dengan berubahnya komposisi pembalap, seperti apa peluang Marquez? Menarik untuk ditunggu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan