Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia, Ini Komentar Chattong

Timnas Indonesia gagal meraih gelar juara akibat performa apik Chattong.

Diterbitkan 18 Desember 2016, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Siroch Chattong, penyerang Thailand, benar-benar menjadi momok Timnas Indonesia pada leg kedua final Piala AFF 2016 di Rajamangala Stadium, Sabtu (17/12/2016). Ia memborong dua gol Thailand ke gawang Kurnia Meiga.

Di laga tersebut, pelatih Kiatisuk Senamuang sengaja memasang Chattong untuk menjadi pendamping Teerasil Dangda di lini depan. Terbukti, keputusan Kiatisuk untuk memasang Chattong menjadi kunci kesuksesan The War Elephants.

Berulang kali Chattong mampu melewati penjagaan Benny Wahyudi dan Zulham Zamrun di sisi kanan pertahanan Timnas Indonesia. Pada akhirnya, pemain berusia 24 tahun itu sukses memecahkan kebuntuan Timnas Indonesia dengan gol di menit ke-37.

Chattong kembali memaksa kiper Kurnia Meiga memungut bola dari gawangnya sendiri di menit ke-47. Gol itu yang membuat Timnas Indonesia benar-benar kesulitan untuk membalikkan situasi. Alhasil, dua gol Chattong pun mengantar Thailand tampil sebagai juara Piala AFF 2016.

"Bagi saya, saya tak berpikir bahwa diri saya adalah pahlawan. Semua orang dalam permainan ini adalah pahlawan. Kami saling membantu untuk meraih kemenangan," kata Chattong usai laga seperti dikutip Siamsports.

Dukungan Suporter


"Saya sangat senang hari ini karena keluarga saya datang ke sini meski ibu saya tak bisa hadir karena sakit. Namun, saya senang dengan hal itu. Saya juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua fans yang ikut membantu Thailand," ujar Chattong.

Berkat kontribusi Chattong pula Timnas Indonesia meraih gelar kelimanya di Piala AFF. Khusus untuk Kiatisuk, ia adalah satu-satunya sosok yang merasakan langsung kesuksesan Thailand meraih lima gelar Piala AFF, tiga kali sebagai pemain dan dua kali sebagai pelatih.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Igor Tolic Ingatkan Persib Bandung, Piala Presiden 2026 Bukan Sekadar Pramusim

Ahmad Fawwaz Usman, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan