Deretan Pelatih Muda Potensial Sepak Bola Indonesia

TSC 2016 memunculkan nama-nama pelatih muda potensial.

Diterbitkan 23 Oktober 2016, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Eduard Tjong

Eduard Tjong (Persegres Gresik United)

Eduard Tjong mungkin pelatih yang unik di TSC 2016. Bagaimana tidak, dia tercatat menukangi dua tim yakni PS TNI dan kini Persegres Gresik United.

Sejak awal musim Edu - sapaan akrabnya, yang lahir pada 1 Januari 1972, dipercaya menukangi PS TNI. Tapi, dia kemudian mundur karena merasa tidak bisa memberikan yang terbaik untuk PS TNI. Dari 7 laga awal, PS TNI belum pernah meraih kemenangan.

Usai kalah 1-3 dari Persipura Jayapura di Stadion Pakansari, Cibinong, Edu pun memutuskan mundur.

Anak dari kiper legendaris Indonesia, Harry Tjong, ini tak lantas menganggur. Dia dipercaya menukangi timnas U-19 Indonesia di Piala AFF U-19 2016. Hanya saja, dia gagal membawa timnas U-19 melangkah lebih jauh.

Selepas itu, manajemen Persegres GU akhirnya mengontraknya. Debutnya ditandai dengan kekalahan di kandang mantan tim asuhannya, PS TNI. Namun, saat pertama kali mendampingi Persegres GU di Stadion Tri Dharma, Edu berhasil membawa timnya meraih kemenangan atas Arema Cronus. Terakhir, dia membawa Persegres GU menang 2-1 atas Pusamania Borneo FC.

Edu mulai menimba ilmu kepelatihan untuk mengambil Lisensi C. Kemudian, dia bertahap mengambil Lisensi B hingga Lisensi A pada 2008 di AFC. Edu resmi memulai karier kepelatihannya sejak 2002. Ketika itu, ia menjadi asisten pelatih Persikabo Bogor.

Karir Edu mulai melejit di dunia kepelatihan. Dia sempat melanglang buana melatih ke berbagai klub, seperti Persija IPL, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat, Persiba Balikpapan, dan PS TNI, sebelum akhirnya ditunjuk menjadi pelatih timnas U-19 dan kini menukangi Persegres GU.

Jan Saragih

Jan Saragih (Asisten Pelatih Persija Jakarta)

Sosok satu ini memang bukan pelatih kepala. Statusnya adalah asisten pelatih bagi M Zein Al Haddad. Tapi, dia cukup fenomenal karena umurnya baru 30 tahun. Jan pernah menjadi karteker saat Persija ditinggalkan Paulo Camargo.

Jan telah menjalani kursus kepelatihan B UEFA di Inggris. Jan menjadi asisten pelatih termuda di Macan Kemayoran di bawah Satia Bagdja, Francis Wewengkang, dan Mahyudan. Tugasnya saat itu mengumpulkan data dan statistik secara visual sebagai bahan analisis bagi pelatih saat itu, Rahmad Darmawan.

Lisensi C AFC sudah dikantongi Jan sejak lima tahun silam. Selain itu, dia pun pernah menimba ilmu bidang football analysis di London, Inggris, pada 2012.

Jan yang pernah melatih klub amatir Inggris, London Town FC, ini mengawali kariernya dengan menjadi asisten Pelatih Villa 2000, klub Divisi Utama. Mulai dari Mei hingga November 2014, dia menjalani pekerjaan sebagai asisten Ricky Nelson di Villa 2000.

Pada Desember 2014, Jan bergabung ke Persija. Dia dijadikan asisten Rahmad Darmawan dengan tugas utama menganalisa kekuatan tim lawan. Ketika Camargo menjabat sebagai Pelatih Persija, jasa Jan tetap dipakai hingga akhirnya dia ditunjuk sebagai pelatih sementara Macan Kemayoran. Kini, statusnya kembali sebagai asisten pelatih.

(Penulis: I. Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan