6 Pemain Buangan Ini Menjelma Jadi Superstar di Klub Baru

Meski dibuang, banyak pemain yang kariernya lebih bersinar di klub baru.

Diterbitkan 16 Oktober 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mario Balotelli

Pada bursa transfer musim panas lalu, manajer Liverpool, Jurgen Klopp mencoret Mario Balotelli dari rancangan skuatnya untuk musim 2016/17. Balotelli dicoret Klopp melalui pesan singkat.

"Klopp? Saya tak kenal dia. Dia hanya bilang kepada saya lewat sms agar tinggalkan Liverpool dengan status pinjaman dan lalu kembali. Saya lalu bilang," Terimakasih, selamat tinggal," ujarnya seperti dikutip Goal.

Merasa dipandang sebelah mata, Balotelli memilih angkat kaki dari Anfield Stadium. Liverpool pun melepasnya ke klub Prancis, Nice tanpa dipungut bayaran.

Pemain berusia 26 tahun itu langsung nyetel dengan permainan Nice. Balotelli mencetak lima gol dari empat penampilan bersama Nice di Ligue 1. Bahkan, dia menjadi aktor utama yang membawa Nice ke puncak klasemen Liga Prancis.

Yaya Toure

Pada 2 Juli 2010, gelandang Pantai Gading, Yaya Toure meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Manchester City. Dia memutuskan angkat kaki dari Camp Nou setelah bertengkar dengan sang pelatih Pep Guardiola.

"Ketika saya coba bertanya kepada Guardiola, dia malah memberikan jawaban yang aneh. Dia lebih sering mengabaikan diri saya hingga City datang memberikan tawaran kepada saya. Sesungguhnya saya tak mau pergi dan ingin menutup karir bersama Barcelona," kata Yaya Toure ketika mengungkapkan alasannya meninggalkan Camp Nou.

Kedatangan Yaya Toure menjadi berkah tersendiri untuk Manchester Biru. Pada musim 2011/12, Toure yang menjadi bintang lapangan tengah City berhasil mempersembahkan gelar Liga Premier Inggris. Itu merupakan gelar pertama City setelah menanti selama 44 tahun.

Toure sendiri sudah menciptakan 75 gol dari 267 penampilan bersama City di semua kompetisi selama delapan musim terakhir. Namun, kehadiran Guardiola sebagai manajer City membuat adik kandung Kolo Toure itu lebih banyak menghangatkan bangku cadangan.

Philippe Coutinho

Inter Milan membuang gelandang serang Brasil, Philippe Coutinho pada 30 Januari 2013. Inter melepas Coutinho ke Liverpool dengan harga yang sangat murah, yakni 9 juta euro.

Empat setengah musim bersama Liverpool, Coutinho menjadi salah satu bintang di Liga Premier Inggris. Tercatat, dia sudah mencetak 24 gol dan menciptakan 26 assist dari 114 pertandingan di Liga Premier Inggris.

Tahun lalu, Inter melalui direktur olahraga, Piero Aid mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesal melepas Coutinho.

"Saya berharap melihat semua pemain muda tumbuh dan sukses di Inter. Ada banyak yang telah pergi dari sini, dan ketika melihat mereka mengenakan kostum klub lain, saya cukup terpukul," ujar dia.

Juan Mata

Januari 2014, secara mengejutkan manajer Chelsea kala itu, Jose Mourinho melepas gelandang serang Spanyol, Juan Mata. Manajer asal Portugal itu menganggap Mata kalah bersaing dengan Eden Hazard.

Lebih mengejutkan lagi, Chelsea melepaskan ke klub rival, Manchester United dengan mahar sebesar 44,73 juta euro. Mata sendiri sempat heran dirinya dilepas The Blues (julukan Chelsea).

"Apabila seorang pemain mewah adalah pemain yang mencetak gol dan memberi assist dan menghasilkan statistik yang bagus, maka saya bangga menjadi pemain yang mewah. Secara pribadi tentu saya ingin pemain seperti itu di dalam tim saya," ujar Juan Mata kala itu.

Meski dibuang Chelsea, Mata malah semakin bersinar bersama Setan Merah. Tiga setengah musim bersama Setan Merah, pria berusia 28 tahun itu berhasil mencetak 28 gol dan menyumbang 21 assist dari 113 pertandingan di semua kompetisi.

Ketika Mourinho menjadi manajer MU, Mata sempat diisukan bakal kembali dibuang. Namun, Mourinho memilih untuk mempertahankannya karena Mata merupakan pemain paling kreatif di skuat Setan Merah.

Esteban Cambiasso

Pada 1 Juli 2004, Real Madrid melepas gelandang Argentina, Esteban Cambiasso ke klub Italia, Inter Milan dengan status bebas transfer. Cambiasso dibuang karena Real Madrid memiliki Zinedine Zidane dan Claude Makelele.

Karena hal itu, Cambiasso tak punya pilihan selain bergabung dengan Inter demi mendapat kesempatan bermain. Keputusannya meninggalkan Madrid tidak percuma. Sebab, dia sukses meraih satu gelar Liga Champions, lima Serie A, dan empat Coppa Italia bersama Inter.

Cambiasso memperkuat Inter hingga 2014. Selama satu dekade, pria yang kini berusia 36 tahun itu mencetak 51 gol dan menyumbang 27 assist dari 431 pertandingan bersama Inter.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan