KOLOM: Mourinho Dalam Kepungan Bayang-Bayang

Mourinho gagal memenuhi harapan dari fans MU yang haus kemenangan.

Diterbitkan 23 September 2016, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bayang-Bayang Kegagalan

Bayang-Bayang Kegagalan

Musim ini, ketika Red Devils memenangi empat laga awal, termasuk kemenangan atas Leicester City di Community Shield, Jose Mourinho diyakini bisa menyibakkan bayang-bayang pekat itu.

Akan tetapi, itu ternyata harapan yang terlampau dini. Tiga kekalahan beruntun dari Manchester City, Feyenoord, dan Watford, membuat para fans Man. United kembali menjejak bumi. Demikian pula dengan Mourinho.

Alih-alih menyibak bayang-bayang Sir Alex, The Special One justru terjebak oleh bayang-bayang kegagalan Van Gaal. Masih begitu banyak orang yang mengenang era Van Gaal sebagai masa ketika permainan Red Devils tanpa inspirasi, tanpa arah, tanpa semangat.

Kini, banyak orang mulai merasa Mourinho tak ubahnya Van Gaal. Sampai-sampai ada yang menggambarkan sosok manajer yang selalu berada di tepi lapangan saat Rooney dkk. berlaga adalah Van Gaal yang mengenakan topeng wajah Mourinho. Ada pula yang menggambarkan bahwa bila Mourinho bercermin, bayangan yang ada di cermin adalah Van Gaal.

Tak hanya itu, Mourinho juga dihantui bayang-bayangnya sendiri. Bayang-bayang kegagalannya di Chelsea pada musim lalu. Seperti The Blues, Red Devils menunjukkan permainan yang labil. Mereka tak mampu menjaga performa dari laga ke laga walau para andalan dalam kondisi prima.

Mourinho memang bisa menarik napas lega berkat kemenangan 3-1 atas Northampton Town di Piala Liga, Kamis (22/9) dinihari WIB. Menurut Mourinho, timnya tampil sesuai harapan dan mampu mengontrol permainan sejak menit pertama.

Meski begitu, kemenangan itu tak bisa sepenuhnya dijadikan patokan kebangkitan laskar Mourinho. Dalam laga itu, Man. United turun dengan mayoritas pemain lapis kedua. Sudah begitu, mereka pun sempat ditahan 1-1 hingga Ander Herrera membuat gol kedua pada menit ke-68.

Lalu, jangan lupa, Northampton hanyalah tim League One, kasta ketiga di Inggris. Bisa dikata, Northampton bukan sekondan sepadan untuk Red Devils jelang laga kontra sang juara bertahan, Leicester, Sabtu (24/9).

Tulah Pemain Termahal

Tulah Pemain Termahal

Sialnya, berpaling lagi ke tim utama, ada bayang-bayang lain yang bisa menghantui Mourinho dan Man. United, khususnya di kancah Premier League. Itu adalah keberadaan Paul Pogba.

Musim ini, Pogba didatangkan Man. United dengan transfer sebesar 105 juta euro. Itu menjadikan penggawa timnas Prancis itu pemain termahal dunia. Harga Pogba lebih mahal 4 juta euro dari Gareth Bale saat dibeli Real Madrid pada 2013-14.

Bicara soal para pemecah rekor transfer, ternyata jarang yang langsung mengantar klub barunya menjuarai liga. Dari sepuluh pemecah rekor sebelumnya, hanya Luis Figo yang mempersembahkan gelar juara liga pada musim pertamanya. Pada 2000-01, dia membawa Real Madrid juara Divisi Primera.

Ini tentu sebuah misteri yang menarik karena di antara para pemecah rekor transfer itu terdapat nama-nama jempolan. Sebut saja Alan Shearer, Hernan Crespo, Ronaldo, Zinedine Zidane, dan Cristiano Ronaldo. Bahkan, Crespo justru gagal membuat Lazio mempertahankan Scudetto pada musim 2000-01.

Secara kebetulan, performa Pogba bersama Red Devils sejauh ini memang belumlah moncer. Mourinho sudah mencoba menempatkannya sebagai gelandang bertahan sebelah kanan dalam pola 4-2-3-1 dan gelandang serang tengah dalam pola 4-3-3, namun kontribusinya masih minim. Kasarnya, dia belum sesuai harganya.

Entah Pogba yang belum bisa beradaptasi dengan permainan yang diinginkan Mourinho atau Mourinho yang belum menemukan sistem tepat bagi Pogba. Satu hal yang pasti, bila terus berlarut-larut, ini potensial membuat Mourinho terkubur oleh bayang-bayang yang mengepungnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan