Liputan6.com, Malang - Tua-tua keladi, begitu tampaknya ujar-ujar yang bisa disematkan kepada Cristian Gerard Alfaro Gonzales, atau yang biasa dikenal Cristian Gonzales. Memasuki kepala empat, dia masih tajam bersama Arema Cronus di Torabika Soccer Championship (TSC) presented by IM3 Ooredoo.Siapa bilang, striker tua akan menurun kualitasnya? Gonzales buktinya bersama Singo Edan. Ya, mengawali TSC dengan gol, pemain naturalisasi asal Uruguay ini sejatinya harus menepi kurang lebih empat pekan karena cedera.
Akan tetapi, laga melawan PSM Makassar menjadi penanda kembalinya Gonzales dari cedera tulang rusuk. Dia masuk pada menit ke-75 menggantikan Gustavo Giron di lini depan.
Tak butuh waktu lama bagi striker kelahiran Montevideo ini untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor. Selang sepekan, kala Arema menghadapi Persija Jakarta di Kanjuruhan (19/6), El Loco kembali mencetak gol untuk Arema.
Teranyar, ketajamannya kembali terbukti kala menjadi salah satu penyumbang gol ke gawang tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya (18/7). Aksinya pada menit ke-83, melengkapi torehannya menjadi 3 gol di TSC ini.
Perjalanan Karier di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1292721/original/055754600_1468948588-20160718-gts-tsc-week10-wm-persela-lamongan-arema__1_.jpg)
Perjalanan Karier di Indonesia
Nama Gonzales dikenal di Tanah Air pada tahun 2000an. Klub pertamanya di Indonesia adalah PSM Makassar pada 2003 silam. Debut, suami dari Eva Siregar ini langsung tokcer. Ya, 32 gol dalam 56 penampilan dia torehkan untuk Juku Eja dalam ajang Divisi Utama dan sikses mejadi top skorer kala itu.
Persik Kediri kemudian tertarik mendatangkan mantan penyerang Deportivo Maldonado ini. Bersama tim berjuluk Macan Putih ini, bisa dibilang bak rumah bagi El Loco. Dia bertahan bersama Persik selama tiga musim, yakni 2005 sampai 2008. Tampil dalam 106 pertandingan, El Loco sukses mencetak 57 gol untuk Persik.
Bersama Persik, dia merangkai cerita indah. Dia berhasil meraih tiga kali beruntun top skorer Liga Indonesia yang artinya selama masa baktinya dihabiskan menjadi pencetak gol terbanyak. Namun demikian, yang paling berkesan adalah gol tunggal Gonzales di laga final pertandingan Liga Indonesia membawa Persik menjadi juara pada 2006 silam.
Peraturan rasionalisasi gaji yang dilakukan Persik membuatnya keluar dari tim yang telah 3 tahun menjadi tempat tinggalnya tersebut. Dia kemudian hengkang ke Persib Bandung pada 2009 silam. Bersama tim kebanggaan Jawa Barat itu, El Loco kembali menunjukkan kebolehannya bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14 gol.
Hal itu menjadikan Gonzales sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super. Persib lantas mengontrak Gonzales sebagai pemain tetap untuk sisa musim 2009-2010. Bersama Persib, total dia bermain 72 pertandingan dan mencetak 41 gol. Hal ini membuatnya kembali didaulat gelar top skorer, tetapi pada ajang Piala Indonesia 2009-2010.
Dari Bandung, dia kemudian terbang ke Kalimantan Timur untuk bergabung dengan Persisam Putra Samarinda. Dia tiba di Samarinda pada 12 September bermain untuk kesebelasan Pesut Mahakam musim 2011-2012. Kariernya agak meredup bersama Persisam. Dia hanya berhasil menorehkan 18 gol saja dalam 32 pertandingan musim 2011-12. Kemudian dia kembali ke Pulau Jawa untuk memperkuat Arema Cronus pada 2013 hingga saat ini.
Meski tajam bersama Singo Edan hingga kini, El Loco masih punya utang meraih juara di kompetisi strata tertinggi Indonesia. Sejauh ini, pemain dengan tinggi badan 176 cm tersebut sudah mencetak 36 gol untuk Arema dalam 58 pertandingan.
Hampir genap tiga musim berkostum tim kebanggaan Aremania ini, Gonzales bisa dibilang minim prestasi. Dia baru bisa membawa Singo Edan juara Torabika Bhayangkara Cup 2016 lalu. Tentu, pada TSC 2016 ini, peluang Gonzales untuk merebut gelar keduanya di Indonesia pada kompetisi tertinggi terbuka lebar. Apalagi, Arema kini memimpin klasemen sementara dengan torehan 23 poin dari 10 laga.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1292720/original/085579900_1468948566-20160718-gts-tsc-week10-wm-persela-lamongan-arema.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1347595/original/049648200_1474030700-092021900_1466346321-gonzales_cetak_gol_arema_ke_gawang_persija.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307356/original/068224200_1784992871-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_19.23.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307349/original/065035500_1784992760-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_19.23.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299357/original/032181600_1784239008-Foto_7.jpg)