Liputan6.com, Jakarta - Di awal peradaban manusia, panah dikenal sebagai alat untuk berburu. Namun lama kelamaan, senjata berpegas itu juga digunakan juga untuk membantu pertahanan diri. Pasukan-pasukan tempur kerajaan zaman dahulu kala bahkan memiliki satuan pemanah untuk perang jarak jauh.
Berbagai kisah kepahlawanan yang akhirnya diangkat ke layar lebar juga banyak dikaitkan dengan panah. Yang masih masih populer hingga kini tentu saja perompak berhati mulia, Robin Hood. Masih ada lagi sosok Legolas, pemanah tampan dan sakti dalam cerita fiksi The Lord of The Rings.Â
Sejak abad ke-16, panahan mulai dilombakan secara resmi di Inggris. Cabor ini kemudian merambah hingga ke Olimpiade, pada tahun 1900. Namun saat itu peserta hanya dari kalangan pria. Sedangkan untuk nomor putri baru dilombakan pada Olimpiade empat tahun kemudian.
Pa
Tahukah Anda?
Medali pertama Indonesia di Olimpiade diraih lewat cabang olahraga panahan.
Olimpiade 1972 dianggap sebagai kebangkitan cabang ini. Sebab nomor yang dipertandingkan sudah lebih beragam. Pada Olimpiade yang digelar di Munich, Jerman itu, panahan mulai menerapkan sistem ronde ganda FITA untuk nomor perorangan putra dan putri. Sistem ini terus berjalan hingga Olimpiade 1988 memberlakukan nomor beregu di babak Grand Final FITA.
Sedangkan Olimpiade tahun 1992, olahraga ini mengadopsi sistem lomba head to head yang terus berlangsung hingga saat ini.
Aturan Main
Pemanah dan papan target berjarak 70 meter. Di babak awal, masing-masing pemanah mendapat kesempatan untuk melepaskan enam anak panah ke sasaran. Dalam melepas masing-masing anak panah, atlet hanya diberikan waktu 40 detik. Sedangkan di final lebih singkat, yakni 20 detik.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1280783/original/009817800_1467534028-Ika_Yuliana_Riau_Ega.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305615/original/007729300_1470138390-Rio-2016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305821/original/095890900_1470153044-Rio-2016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)