5 Pemain Motor Serangan Klub-klub Indonesia

Para pemain ini tampil gemilang di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo sebagai gelandang.

Diterbitkan 09 Juni 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sepak bola modern seperti sekarang, motor serangan dalam sebuah tim menjadi salah satu sosok paling penting. Hal tersebut pula yang dilakukan beberapa pemain yang menjadi motor serangan di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Motor serangan biasanya berposisi sebagai gelandang. Tugas utama mereka mereka adalah mendapatkan, menjaga penguasaan bola, serta memberikan bola kepada para penyerang.

Pemain yang bertugas sebagai motor serangan biasanya menghabiskan paling banyak tenaga dalam suatu pertandingan karena jarak yang mereka tempuh dalam suatu lapangan.

Hal itulah yang dilakukan oleh para pemain yang berlaga pada Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Peran mereka kadang jadi sosok penting di balik kemenangan timnya.

Berikut Liputan6.com mencoba merangkumnya:

Irsyad Maulana

Irsyad Maulana (Semen Padang)

Kontribusi Irsyad bersama Kabau Sirah terbilang cukup vital. Total sudah dua gol dilesakkan oleh pemain berusia 23 tahun ini untuk Semen Padang.

Dia bisa menempati beberapa posisi sekaligus, yakni sayap dan juga gelandang serang. Catatan statistiknya juga terbilang apik, yakni sukses menorehkan 74 persen umpan dalam lima pekan awal Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Pada usianya yang masih tergolong muda ini, Irsyad bisa dibilang menjadi aset berharga timnas Indonesia. Menarik dinantikan sejauh mana pemain kelahiran Payakumbuh ini bisa terus bersinar bersama Semen Padang.

I Gede Sukadana

I Gede Sukadana (Bali United)

Pemain berusia 28 tahun ini menjadi sosok penting bagi Bali United. Dia dianggap menjadi salah satu pemain yang paling bersinar meski Bali United kurang impresif di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredo ini.

I Gede Sukadana memang bisa dibilang diberi keleluasaan dari Indra Sjafri. Dia bisa beroperasi di posisi mana pun dalam lima laga terakhir ini.

Alhasil, mantan gelandang Arema Cronus ini sukses membuat Bali United menjadi tim dengan perolehan peluang terbanyak, yakni sebanyak 43. Namun, untuk urusan mencetak gol, dia sepertinya belum mampu menaikkan performa Serdadu Tridatu lantaran baru mencetak empat gol saja.

Ponaryo Astaman

Ponaryo Astaman (Pusamania Borneo FC)

Sudah berusia 36 tahun, tak membuat Ponaryo Astaman tenggalam. Malah sebaliknya, pemain kelahiran Balikpapan ini tampil impresif bersama Pusamania Borneo FC.

Popon, panggilan akrabnya, tercatat sudah melakukan 212 kali operan sukses untuk PBFC. Performanya sebagai motor serangan tentu sangat berarti bersama PBFC.

Duet dengan Tarik Boschetti di lini tengah, Ponaryo memainkan dua peran, yakni membantu penyerangan, dan sesekali bermain agak ke dalam. Pantas, bila Ponaryo dianggap sebagai motor serangan Pesut Etam.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rasyid Bakri (PSM Makassar)Andil pemain berumur 25 tahun ini bersama PSM Makassar tak bisa dianggap sebelah mata. Dia bisa dibilang menjadi salah satu motor serangan tim Juku Eja.Berduet dengan seniornya, Syamsul Chaeruddin, Rasyid cukup optimal di lini tengah. Tercatat, dia sudah delapan kali melakukan dribel sukses bersama PSM.Performa puncaknya kala PSM bertandang ke markas PS TNI, di Stadion Pakansari, 29 Mei 2016 lalu. Tertinggal satu gol Tambun Naibaho, menit ke-60 Rasyid menjadi penyelamat PSM. Tendangan menyusur tanahnya itu tak mampu diadang oleh Dhika Bayangkara.

Halaman
Show All
Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan