Antiklimaks PS TNI di Tangan Eduard Tjong

PS TNI tampil menjanjikan di Jenderal Sudirman Cup, Piala Gubernur Kalimantan Timur, dan Bhayangkara Cup.

Diterbitkan 06 Juni 2016, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Melawan Persija Jakarta di SUGBK, Jumat, (10/6/2016) bisa menjadi penentu masa depan Eduard Tjong bersama PS TNI. Dia bisa saja diberhentikan karena kurang tokcer di Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Sebelum berlaga di ajang yang dikelola PT Gelora Trisula Semesta ini, PS TNI tampil menjanjikan di Jenderal Sudirman Cup, Piala Gubernur Kalimantan Timur, dan Bhayangkara Cup. 

Baca Juga

  • Bali United dan Tiki-taka yang Masih Mentah
  • Argentina Vs Cili: Laga Seru Tanpa Lionel Messi
  • Prancis Gagal, Pemain Bintang Siap-siap Dapat Kritik Pedas

Manahati Lestusen cs bahkan sukses mengandaskan beberapa tim besar, seperti Persib Bandung di Jenderal Sudirman Cup, Pusamania Borneo FC pada Bhayangkara Cup, hingga Mitra Kukar di Piala Gubernur Kaltim. Total, dari 14 laga pada ajang turnamen, mereka sukses meraih lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan enam kekalahan.

Dengan semangat tersebut, PS TNI akhirnya mengakuisi Persiram Raja Ampat untuk mengikuti ajang Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo ini. Namun, saat tampil pada ajang sengit ini, PS TNI malah cenderung antiklimaks. PS TNI ditangan Eduard Tjong berada dalam kondisi terpuruk. Dari lima laga yang dilakoni, mereka belum sekalipun meraih kemenangan.

Menghadapi Madura United di Bandung, PS TNI kalah 0-2. Melawan Bhayangkara Surabaya United, mereka hanya meraup hasil imbang 0-0. Kontra Mitra Kukar, PS TNI hancur dengan skor telak 1-4. Kemudian mereka ditahan skor kacamata oleh Gresik United. Terakhir, kembali bermain imbang 1-1 saat menjamu PSM Makassar di Stadion Pakan Sari, pekan kelima lalu.

>Tentu, hal ini menjadi pertanyaan besar, apalagi awalnya manajemen menargetkan PS TNI finis pada dua besar TSC. Namun, sampai pekan kelima ini saja, mereka saja masih terpaku di urutan ke-17.

Eduard Tjong di Ujung Tanduk

Nasib Eduard Tjong bisa dibilang berada di ujung tanduk. Nasibnya bisa saja ditentukan kala bertandang ke SUGBK melawan Persija akhir pekan ini.

Beban berat memang berada di pundak Eduard Tjong. Apalagi, sampai pekan kelima ini, klun-klub TSC terbilang tak banyak kompromi. Bahkan sudah dua pelatih yang menjadi korban pemecatan meski baru sampai pekan kelima, yakni Luciano Leandro bersama PSM Makassar, dan Stefan Hansson di Persela Lamongan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sejatinya, secara permainan PS TNI tak buruk. Dari lima laga, tercatat mereka memiliki akurasi operan mencapai 75 persen dan melakukan 80 tekel sukses. Bahkan, mereka memimpin daftar sebagai tim dengan sapuan bola terbanyak pada TSC 2016. Menurut data Labbola, Laskar Loreng melakukan 133 sapuan. Kiper mereka, Ravi Murdianto juga didaulat menjadi yang terbanyak melakukan jumlah sapuan bola dalam satu laga, yakni empat kali saat PS TNI melawan Madura United 1 Mei 2016 lalu. Namun memang, mereka tampak tumpul di lini depan. Total, PS TNI hanya melakukan 27 tembakan, dan cuma 13 yang tepat sasaran. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Eduard Tjong. Melawan Persija Jakarta, menjadi kesempatan emas bagus mantan arsitek Persiba Balikpapan ini membuktikan diri. Apalagi, persiapan jelang laga ini cukup panjang lantaran TSC meliburkan pertandingan sepekan jelang Ramadan. Menarik dinantikan, bagaimana nasib Eduard Tjong pascapertandingan melawan Persija nantinya. Kemenangan tentu jadi harga mati bagi Manahati Lestusen dkk. (Penulis: Indra Eka Setiawan)

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan