Momen Piala Eropa: Balotelli Menangis Dipelukan Sang Bunda

Sang ibu, Rose sempat tak percaya Mario Balotelli mengeluarkan air mata pada Piala Eropa 2012.

Diterbitkan 04 Juni 2016, 07:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selebrasi Mario Balotelli usai mencetak gol kedua ke gawang Jerman di Piala Eropa 2012. (AFP)

Jerman sebenarnya sempat mencetak gol pada masa injury time babak kedua melalui eksekusi tendangan penalti Mesut Ozil. Sayang hingga bubaran, Italia berhasil mempertahankan kedudukan.

Setelah pertandingan berakhir, Balotelli berlari ke tribun penonton. Dia memeluk seorang wanita sambil menangis. Ternyata wanita itu adalah sang ibu, Rose Barwuah. "Itu merupakan momen terbesar dalam hidup saya. Pada akhir pertandingan, saya lari ke ibu dan bilang: 'Ini momen terbaik saya'," katanya.

"Saya mengatakan kepada ibu: 'Gol itu untuk ibu'. Saya sudah lama menunggu momen seperti itu. Ibu saya sudah tidak muda lagi dan sudah tak bisa berjalan jauh. Jadi, saya harus membuatnya bahagia ketika dia sudah pergi jauh," ucap Balotelli menambahkan.

Air Mata Si Bengal

Dengan ambisi membahagikan sang ibu, Balotelli tampil di partai final dengan penuh semangat. Dia melangkah dengan penuh percaya diri ke Olympic Stadium, Kiev untuk menghadapi Spanyol, 1 Juli 2012.

Tidak hanya ibunya, ayah Balotelli, Thomas Barwuah juga menyaksikan pertandingan final tersebut. Mendapat dukungan dari kedua orang tua, mantan kekasih Fanny Neguesha itu sangat optimistis memenangkan Piala Eropa.

"Di sana ada ayah dan ibu saya. Jadi saya harus memenangkan kejuaraan dan meraih gelar top skorer. Saya ingin membahagiakan dia, terutama untuk ibu," ujar Balotelli.

Namun sayang, ambisinya untuk membahagiakan dua orang tercinta sepanjang hidupnya itu sirna. Italia kalah telak 0-4 dari Spanyol yang keluar sebagai juara Piala Eropa 2012.

Pemandangan tak biasa terjadi usai pertandingan itu. Balotelli yang sering terlihat jahil dengan wajah seramnya itu mengeluarkan air mata. Bahkan, ibunya sendiri, Rose tak percaya kalau Balotelli mengeluarkan air mata di lapangan hijau.

"Di akhir pertandingan, saya meninggalkan tempat duduk untuk berdiri lebih dekat ke lapangan. Ada barisan laki-laki dan saya harus berjuang untuk bisa maju. Saya melihat dia menangis. Biasanya, Mario tidak gampang menangis. Dia itu orangnya pemalu untuk menangis, apa lagi memeluk ibunya," ucap Rose.

Mario Balotelli tak kuasa menahan air matanya saat gagal memenangkan Piala Eropa 2012. (Reuters)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan