El Clasico, Kembalinya Kecepatan Trio BBC

El Clasico menampilkan dua sisi berbeda antara Trio MSN dan Trio BBC.

Diterbitkan 03 April 2016, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak mudah ditebak, sama seperti ketika Barcelona menang 4-0 atas Real Madrid di Bernabeu pada pertemuan pertama musim ini. Tak ada yang menyangka. Ini pula sepertinya yang menjadi bumbu indah dari El Clasico yang tak pernah habis cerita dan sensasi.

Selain menemukan kecepatan, trio BBC juga menyumbangkan gol di El Clasico. Gol Benzema tercipta berkat kejeliannya untuk menyambar bola rebound tembakan Toni Kroos dengan tembakan menggunting. Sedangkan gol Ronaldo merupakan tipikal gol CR7 saat menghadapi lemahnya pertahanan Barcelona.

Penyerang Barcelona Luis Suarez (kiri) saat berebut bola dengan bek Real madrid Sergio Ramos di stadion Santiago Bernabeu, Spanyol, (22/11). Gol Barcelona dicetak oleh Luis Suarez dengan dua gol dan sisanya oleh Iniesta dan Neymar. (Reuters/Paul Hanna)

CR7 memanfaatkan umpan lambung dari Gareth Bale.Setelah mengontrol bola dengan dada, Ronaldo melepaskan menyusur tanah yang tak bisa dihentikan Claudio Bravo maupun Pique yang hanya bisa melongo melihat bola masuk.

Cerita di lapangan juga bertambah panas dengan intrik-intrik yang terjadi sesama pemain. Seperti ketika Sergio Ramos diusir wasit di menit ke-83. Dia menekel Luis Suarez dengan keras sehingga memaksa wasit Alejandro Tabarez keluarkan kartu kuning kedua.

Usai laga, Ramos malah menertawakan kekalahan Barcelona. "Jika tahu dengan kurang satu pemain kami bakal menang, saya sudah keluar dulu lebih awal," ujar bek Madrid itu, menyindir.


Tampil Loyo

Berbanding terbalik dengan trio BBC, trio Messi, Suarez, Neymar (MSN) justru tampil loyo di pertandingan ini. Loyonya tiga penyerang ini membuat permainan Barcelona secara keseluruhan menjadi tak bertenaga.

Namun kekalahan Barcelona tidak terletak pada trio MSN. Bek kiri Barcelona, Jordi Alba menjadi titik lemah. Dua gol yang disarangkan Real Madrid semuanya mengarah dari sisi kiri pertahanan Barcelona. Beberapa kali, Alba mati langkah menjaga Bale.

Bahkan jika saja tidak offside, Bale sudah mencetak gol untuk Real Madrid. Namun striker asal Wales itu diketahui selangkah lebih depan ketika menyundul bola ke gawang Barcelona.

Para pemain Real Madrid merayakan gol yang dicetak Karim Benzema ke gawang Barcelona pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Barcelona, Minggu (3/4/2016) dini hari WIB. Barcelona takluk 1-2 dari Real Madrid. (AFP/Josep Lago)

Tampak sekali Barcelona termakan oleh gaya permainan Real Madrid. Barcelona lebih banyak menunggu, seperti kelelahan, saat menerima serangan Barcelona. Meski kapten Barcelona, Andres Iniesta menampik jika timnya lelah, karena banyak pemain yang tampil di laga internasional, tapi tampak sekali Barcelona lebih banyak menunggu.

Real Madrid pandai menarik pemain Barcelona ke depan sebelum akhirnya melepaskan umpan-umpan panjang yang menusuk. Iniesta mengakui jika timnya salah menempatkan diri saat menghadapi Real Madrid.

"Saya tidak beripikir ini soal fisik. Ketika kedudukan 1-1, kami kurang mengontrol posisi. Kami kalah dalam serangan balik dan mereka sangat berbahaya. Kekalahan ini lebih kepada cara kami mengatur posisi," kata Iniesta mengakhiri.

Berikut cuplikan video El Clasico Barcelona vs Real Madrid:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan