Kisah Unik Penculikan Legenda Real Madrid

Di Stafeno sering bermain catur, domino, dan kartu dengan para penculiknya.

Diterbitkan 04 Maret 2016, 07:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ditemani Pemimpin Penculik

Dalam buku autobiografinya, "Gracias, Vieja", seperti dikutip espn, Di Stefano memang menyebut, para penculik tak pernah memperlakukannya buruk. Bahkan, sang presiden, Maximo Canales, selalu menemaninya di setiap kesempatan.

Padahal, kata Di Stefano, awalnya dia menyangka para penculik akan membunuhnya. Tapi, ya itu tadi, Di Stefano ternyata diperlakukan sangat baik. Dia bahkan kerap bermain catur, domino, dan kartu dengan para penculiknya. Dalam bukunya Di Stefano bahkan menyebut para penculiknya sebagai "Caballeros" alias para gentlemen.

Saat Real Madrid bertanding melawan Porto, para penculik juga menyediakan radio khusus. Sehingga Di Stefano bisa mengikuti jalannya pertandingan yang akhirnya dimenangkan Real Madrid itu.

Begitulah, selama dua hari masa penculikan, sama sekali tidak ada ketegangan terbangun antara Di Stefano dengan penculiknya. Sebaliknya, mereka semua malah berteman. Para penculik sangat hormat kepada Di Stefano.

Maklu, sebelum bergabung dengan Real Madrid, nama Di Stefano sendiri memang sudah sangat dikenal seantero Amerika Selatan. Pasalnya, Di Stefano juga pernah membela klub-klub elite Latin seperti River Plate dan Huracan (Argentina) serta Millionaries (Kolombia).

Akhirnya, pada 26 Agustus 1963, para penculik membebaskan Di Stefano. Pria kelahiran Buenos Aires, Argentina, 4 Juli 1926 ini dilepaskan di sebuah jalan bernama Avenida Libertador. "Saya dilepaskan dengan mata tertutup plester. Lalu saya menumpang taksi menuju kedutaan Spanyol," ujar Di Stefano.

Bertemu Lagi dengan Penculik

Real Madrid sempat menggelar jumpa pers usai pelepasan Di Stefano. Namun, sang pemain mengaku tak nyaman bicara tentang penculikannya karena sangat bernuansa politis.

"Saya bukan politikus. Jadi, saya tidak bisa menjelaskan mengapa mereka menculik saya," ujar Di Stefano. "Yang saya tahu, mereka tidak pernah memperlakukan saya dengan buruk."

Sehari setelah dilepaskan, Di Stefano kembali tampil membela Madrid. Dia langsung dimainkan saat laga terakhir menghadapi Santos. Sebelum laga, Di Stefano mendapat aplaus meriah dari seluruh penonton yang memadati stadion.

Pada tahun 2005, kisah penculikan Di Stefano ini dimasukkan dalam film "Real, La Pelicula" yang bercerita tentang sejarah RealMadrid. Pada pemutaran pertamanya, 25 Agustus 2005, Di Stefano kembali dipertemukan Maximo Canales untuk pertama kalinya setelah 41 tahun! Di Stefano sendiri meninggal pada 7 Juli 2014, atau tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-88.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan