3 Juara Dunia F1 yang Memulai Karier seperti Rio Haryanto

Rio Haryanto akan menjadi pay driver di ajang F1, tapi para juara dunia juga melakukannya.

Diterbitkan 17 Februari 2016, 19:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Niki Lauda

2. Niki Lauda

Sepanjang kariernya di ajang F1, Niki Lauda telah mengoleksi tiga gelar juara dunia. Tapi, siapa yang menyangka Lauda mengawali karier balapnya sebagai pay driver sebelum namanya dikenang sebagai legenda F1.

Lauda meminjam uang dari asuransi jiwanya untuk mengamankan kursi balap di Formula 2 dan Formula 1, sebelum dia mampu tampil impresif di lintasan. Pada 1974, Lauda bergabung dengan Ferrari dan mulai membuktikan diri sebagai pembalap yang sangat berbakat dan menjanjikan.

Setelah menandatangani kontrak dengan Ferrari, Lauda langsung bisa melunasi utang dari asuransi jiwanya. Lauda menjadi juara dunia F1 pada  1975, 1977, dan 1984.

Dia sempat mengumumkan pensiun dari dunia balap F1 pada 1979, setelah merasa mobilnya tidak mampu bersaing. Namun, pada 1982 Lauda melakukan comeback dan merebut gelar juara dunia F1 ketiganya pada 1984.

Michael Schumacher

1. Michael Schumacher

Pada 1991, Michael Schumacher memulai debutnya di ajang F1 bersama Jordan Ford di Grand Prix Belgia. Untuk bisa menjadi pembalap F1, Schuamcher mesti membayar 150 ribu dolar kepada Jordan.

Menariknya, Schumacher kala itu bergabung dengan Jordan untuk menggantikan Bertrand Gachot, yang dipenjara. Pada debutnya, Schumacher juga mesti keluar dari balapan pada lap pertama karena masalah kopling.

Kala itu, Pembalap asal Jerman tersebut mengemudikan mobil Jordan dengan nomor 32. Meski gagal finis di GP Belgia, Schumacher sudah mengesankan saat sesi kualifikasi dengan memulai balapan dari urutan ketujuh.

Schumacher langsung mendominasi F1 pada 1994 dan 1995 dengan menjadi juara dunia bersama Benetton. Performa gemilangnya itu membuat dia dikontrak tim kaya Scuderia Ferrari. Bersama Ferrrari, Schumacher kemudian merebut lima gelar juara dunia F1.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan