Liputan6.com, Jakarta Hari ini, 87 tahun yang lalu, pemuda-pemudi negeri ini berkumpul untuk satu cita-cita: mewujudkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tiga sumpah untuk bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa satu yakni Indonesia mereka kumandangkan untuk mengobarkan semangat nasionalisme.
Gelora Sumpah Pemuda kemudian tak hanya bergema di bidang politik, tapi juga olahraga khususnya sepak bola. Terinspirasi Sumpah Pemuda, Soeratin Sosrosoegondo pun tergerak membentuk sebuah organisasi yang menyatukan persepakbolaan Tanah Air. Pada 20 April 1930, Soreatin yang menjabat sebagai ketua Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ) menggagas terbentuknya sebuah organisasi persepakbolaan nasional yang bertujuan melawan penjajah.
Pertemuan diikuti sejumlah klub sepak bola, seperti  BIVB Bandung,), PSIM Yogyakarta, PPSM Madiun, IVBM Magelang, SIVB Surabaya, dan VVB Solo, serta pesepakbola profesional. Organisasi yang terbentuk kemudian diberi nama Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia dan diketuai oleh Soeratin.
Proses terbentuknya PSSI dan Sumpah Pemuda pun mirip: Para bond (persatuan) berkumpul, menanggalkan kepentingan dan ego individu untuk kemudian mendeklarasikan diri untuk bersatu. Dalam sejarah sepak bola Indonesia, terbentuknya PSSI adalah torehan manis bagi budaya persatuan di negeri ini.
Sejak itu, sepak bola Indonesia punya makna lebih yakni sebagai alat pemersatu bangsa melawan kolonialisme Belanda.
Tonggak Kelahiran Timnas
Lahirnya organisasi yang kini dikenal dengan sebutan PSSI itu juga bermuara pada terbentuknya tim nasional Indonesia. Sejarah timnas Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak Piala Dunia kedua digelar 1938 lalu. Namun saat itu, tim yang tampil tidak mengatasnamakan Indonesia melainkan masih berbendera Nederlandsche Indische atau Hindia Belanda dengan bendera Nederlaandche Indiche Voetbal Unie alias NIVU yang terbentuk 1935.Namun saat itu PSSI tidak ingin timnas berada di bawah bayang-bayang Belanda. PSSI pun tidak bersedia melepas pemain-pemainnya ke tim tersebut. Rata-rata pemain yang tampil merupakan masyarkat pribumi yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. Di laga perdana Tim Hindia Belanda pun kalah 0-6.
Meski demikian, kekalahan ini tidak melunturkan semangat Indonesia untuk mengukir prestasi. Meski di tengah perang merebut kemerdekaan yang berkecamuk, kompetisi tetap digulirkan. Bahkan di kala Piala Dunia berhenti karena perang Dunia terjadi mulai 1939. Ini adalah pondasi terbentuknya timnas.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/361005/original/030593700_1442803482-buat_pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/672783/original/Laga%20Timnas%20Indonesia%20U19%20vs%20Myanmar%20U19%20Sepi%20Penonton%20%28Foto%201%29.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386676/original/005834800_1761019701-PSSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5438385/original/064675900_1765286327-Sumardji.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8198840/original/068732500_1781057173-timnas_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4178011/original/042041000_1664692546-20221002BL_Prescon_Pasca_Kericuhan_di_Kanjuruhan_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7692807/original/006793700_1780490513-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_6.36.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8158108/original/092692600_1781012484-HKYBYsIawAADRrm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7924013/original/078007800_1780756586-IMG_20260606_113008_820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5044352/original/012300500_1733847415-pssi-erick-thohir_b7007bf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)