Menanti Gebrakan 5 Matador Spanyol di Liga Champions

Pertama kalinya di ajang pertarungan tim-tim elite Eropa itu muncul lima kontestan yang berasal dari satu negara.

Diterbitkan 15 September 2015, 06:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kans Tiga Tim

Lantas, bagaimanakah dengan peluang Atletico Madrid, Valencia, dan Sevilla? Untuk sekadar lolos ke babak 16 besar, sepertinya Atletico tak akan menemui jalan terjal. Dari pengalaman dan kedalaman materi pemain, Colchoneros terhitung lebih unggul ketimbang tiga kontestan lain di grup C, yaitu Benfica, Galatasaray, dan tim debutan Astana.

Dari rekor pertemuan versus Galatasaray, Antoine Griezmann dkk jauh lebih hebat. Dari empat laga kontra klub asal Turki itu, berakhir dengan dua kemenangan dan dua kali imbang. Khusus menghadapi Benfica dan Astana, bagi Colchoneros itu merupakan catatan baru lantaran tak pernah bertemu sebelumnya.

Meski begitu, tim didikan Diego Simeone itu punya catatan apik saat menghadapi tim asal Portugal. Kecuali melawan FC Porto, Atletico mudah meraih kemenangan saat meladeni tim asal Portugal seperti Sporting Lisbon, Boavista, Vitoria Guimares, dan Academica de Coimbra. Bukan hal yang mustahil, jika fakta apik ini masih bisa dilanjutkan lagi oleh Colchoneros.

Idem ditto dengan Valencia. Bergabung di grup H, Los Che akan bersaing ketat dengan Zenit St. Petersburg, Olympique Lyon, KAA Gent. Menghadapi Lyon, tim asuhan Nuno Espírito Santo itu memiliki tradisi apik. Pada dua pertemuan di Liga Champions 2000-2001, mereka selalu meraup kemenangan. Pertama menang 2-1 dan berikutnya unggul 1-0.

Begitu pula saat bertemu KAA Gent. Dari dua pertemuan, Valencia mengakhirinya dengan hasil sekali menang dan imbang. Artinya, klub yang musim lalu menduduki peringkat ke-4 di Divisi Primera La Liga itu tak pernah kalah saat melawan wakil Belgia tersebut.

Khusus menghadapi Zenit St. Petersburg, sepertinya Valencia harus ekstra waspada. Selain karena belum pernah bertemu, Sine Belo Golubye – julukan Zenit St. Petersburg - dianggap sebagai kuda hitam di Liga Champions edisi tahun ini. Mereka memiliki skuad yang ampuh, gabungan 'miniatur' timnas Rusia plus legiun asing yang berkelas dunia. Sebut saja Hulk (Brasil), Danny, Luís Neto (Portugal), Ezequiel Garay (Argentina), Javi García (Spanyol), dan Axel Witsel (Belgia).

Meski begitu, Valencia pantang berkecil hati. Sebab statistik Los Che saat bertemu tim-tim asal Rusia kerap positif. Dari 10 pertemuan dengan klub negara pecahan Uni Soviet ini, Los Che sanggup mengumpulkan tujuh kemenangan, dua kali imbang, dan hanya sekali kalah. Satu kekelahan itu ditelan Valencia ketika meladeni Shinnik Yaroslavl di Piala Intertoto musim 1998/1999. Ketika itu, mereka takluk 0-1.

Sementara itu, Sevilla terhitung kurang beruntung ketimbang empat tim Spanyol lainnya. Berada di grup D, Sevilla harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh seperti Juventus, Manchester City, dan Borussia Moenchengladbach.

Di kompetisi mana pun, Los Rojiblancos memang belum pernah bertemu dengan Juventus dan Manchester City. Akan tetapi, menghadapi dua tim tenar itu, wajib hukumnya bagi Sevilla untuk mawas diri.

Pada level kompetisi domestik, performa City tengah menanjak. Sampai dengan pekan ke-5 Premier League, The Citizen mengumpulkan poin sempurna, selalu menang dan belum kebobolan. Sedangkan Juventus, tengah labil. Hingga giornata ke-3, Si Nyonya Tua belum juga mendulang kemenangan. Hanya saja, tim didikan Massimiliano Allegri itu merupakan finalis Liga Champions musim lalu. Itu artinya mereka memiliki pengalaman dan mental di kompetisi seketat Liga Champions.

Satu-satunya catatan apik pasukan Unai Emery di grup ini, hanya pada saat menghadapi Borussia Moenchengladbach. Bersua tim yang musim lalu menduduki peringkat ketiga Bundesliga 1 itu, Los Rojiblancos selalu menang.

Dari dua pertemuan di ajang Europa league musim 2013-2014 kontra Moenchengladbach , tim yang sudah empat kali menjuarai Piala UEFA/ Europa League itu selalu mengakhirinya dengan kemenangan. Pertama, menang 1-0 lalu unggul 3-2 pada laga berikutnya.

Setelah memerhatikan beberapa fakta di atas, tentu laik ditungggu 'gebrakan' lima kontestan tim Spanyol di Liga Champions musim ini. Apakah mereka masih bisa bersaing di level atas atau justru sebaliknya. Kita tunggu saja dan selamat menikmati hiburan yang berbobot dari ranah sepak bola Eropa.


Hanif Marjuni
Pemerhati Sepak Bola

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan