Piala Presiden 2015: Turnamen Elite di Tengah Konflik

Tidak berlebihan kalau menyebut event ini ibarat oase di tengah padang pasir.

Diterbitkan 29 Agustus 2015, 07:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hasani Abdulgani

Hasani menjanjikan, bagi setiap tim yang berhasil melangkah hingga 8 besar hingga semifinal bakal mendapat siraman Rp 250 juta. Bila tim itu berhasil masuk semifinal, minimal tim itu telah mengantongi Rp 500 juta. Di awal, Mahaka pun mengucurkan match-fee Rp 500 juta per klub plus tim tuan rumah disubsidi Rp 350 juta.

"Tim tamu kami berikan uang transportasi masing-masing Rp 100 juta."

Namun Hasani, masalah kedisiplinan pemain menjadi perhatian utama. Dalam koordinasi dengan para manajer, Hasani meminta manajer tim ikut menjaga fair play. "Jangan sampai ribut-ribut karena ikut mempengaruhi citra turnamen ini," katanya. Sebagai langkah awal mencegah kericuhan di lapangan, Mahaka 'menahan' uang transport sebesar Rp 100 juta sebagai deposit untuk berjaga-jaga bila pemain melakukan tindakan indisipliner di lapangan.

Tata kelola sepakbola memang selalu digembar-gemborkan semua pihak untuk membenahi olahraga paling populer di Indonesia ini. Jadi patut ditunggu apakah Mahaka mampu melakukannya, jangan seperti turnamen sebelah yang mulai terlihat bobroknya. (Rjp/Rco)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan