Profil AC Milan: Ayo Bangkit Rossoneri!

Empat tahun terakhir, tak satu pun trofi mampir ke San Siro.

Diterbitkan 18 Agustus 2015, 12:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Milan - Milan Foot-Ball and Cricket Club didirikan pada 16 Desember 1899 oleh Alfred Ormonde Edwards dan Herbert Kilpin. Namun klub ini baru diperkenalkan secara umum dua hari setelahnya lewat sebuah artikel di harian Gazzetta dello Sport. Penggunaan kata Milan, alih-alih Milano dalam ejaan Italia, merepresentasikan klub ini didirikan oleh ekspatriat Inggris.

Tim berjuluk I Rossoneri atau Si Merah-Hitam ini mengganti namanya pada 1945 menjadi Associazione Calcio Milan (AC Milan). Penggantian nama menjadi awal bagi keberuntungan Milan. Pada musim 1950-1951, mereka merayakan Scudetto atau gelar juara liga yang pertama, setelah 44 tahun mengikuti kompetisi domestik.

Pada era itu, lahir generasi emas yang diberi nama 'GreNoLi', yang merupakan singkatan dari trio Swedia Gunnar Gren, Gunnar Nordahl dan Nils Liedholm. Kemenangan besar Milan pada era GreNoLi adalah mengalahkan Juventus dengan skor 7-1 pada 5 Februari 1950.

Gunnar Gren, Gunnar Nordahl dan Nils Liedholm

Tak hanya GreNoLi, pada era 1960-an di bawah asuhan pelatih Nereo Rocco, Milan melahirkan bintang muda Gianni Rivera. Pria yang dijuluki Golden Boy ini ditetapkan sebagai Pemain Terbaik Eropa tahun 1969 karena kontribusinya membawa Si Merah-Hitam menjadi juara di Liga Champions. Kesuksesan terbesar klub ini terjadi di era Presiden Silvio Berlusconi.

Setelah terpuruk ke Serie B akibat skandal perjudian sepak bola yang dikenal dengan Totonero 1980, pada 1986 Milan diubah oleh Berlusconi. Ia menunjuk Arrigo Sacchi sebagai pelatih serta mendatangkan trio Belanda yakni Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard.

Hasilnya, dua Piala 'Kuping Besar' Champions Eropa berturut-turut dibawa pulang ke San Siro. Selain itu, pada musim 1991-1992 Milan meraih Scudetto dengan status tak terkalahkan. Gelar juara liga tersebut adalah yang pertama bagi Fabio Capello setelah ditunjuk menggantikan Sacchi.

AC Milan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pemain dan pelatih besar lahir, datang dan pergi dari San Siro. Mulai pelatih Carlo Ancelotti, bek legendaris Paolo Maldini, striker subur Andriy Shevchenko, hingga Pemain Terbaik Dunia 2007, Ricardo Kaka. Sampai era kepelatihan Massimiliano Allegri pada 2011, total 18 trofi juara liga berhasil dibawa pulang. Sayang, empat tahun terakhir, tak satu pun trofi mampir ke San Siro. Eksodus pemain bintang hingga generasi senior Milan seperti Zlatan Ibrahimovich, bek tengah Thiago Silva, Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi, dan Genarro Gattuso pada 2012 menjadi salah satu penyebabnya. Pada pertengahan tahun 2015, pengusaha asal Thailand, Bee Taehaubol sepakat membeli 48 persen saham klub dari Berlusconi. Dia menggelontorkan 500 juta euro atau Rp 7,4 triliun untuk pembenahan pasca rangkaian hasil buruk yang diperoleh dalam beberapa musim terakhir. Diharapkan proyek besar Milan mampu mengangkat prestasi tim agar kembali disegani di Italia dan Eropa. (Jnp/Ary) Lanjut ke halaman berikut --->

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan