Statistik Tunjukkan Persipura Memang Pantas Menang Besar

Mutiara Hitam memang memimpin segala aspek dalam pertandingan itu.

Diterbitkan 29 April 2015, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jayapura - Persipura memastikan satu tempat  di babak 16 besar Piala AFC 2015.  Kepastian itu didapat setelah Mutiara Hitam memetik kemenangan telak atas wakil Singapura,  Warriors FC dengan skor telak enam gol tanpa balas.

Tambahan 3 poin dalam pertandingan di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (29/5/2015) kemarin semakin memantapkan posisi Persipura di papan atas klasemen grup H Piala AFC 2015. Dan untuk tiga musim beruntun, Persipura berhasil melangkah ke fase knock-out kompetisi kasta kedua di Asia itu.

Musim lalu, raksasa Tanah Papua itu menembus semifinal AFC Cup. Prestasi itu menjadi sejarah baru bagi wakil Indonesia di pentas Asia.

p>Melihat torehan statistik, tim besutan Oswaldo Lessa tersebut sebenarnya pantas memetik kemenangan besar. Ya, finalis ISL musim lalu itu memimpin semua hal atas Warriors FC. Terbukti, dua pemain, Ian Louis Kabes dan Boaz Solossa masing-masing mampu mencetak dua gol

Berikut beberapa alasan Persipura bisa menang besar atas Warriors dilansir dari LabBola>>

1

Penguasaan Bola

Sejak awal, pertandingan ini sudah diprediksi akan dikuasai Persipura. Dan benar saja, bila Persipura berbeda kelas dengan tim utusan Singapura itu.

Persipura begitu nyaman menguasai pertandingan, yang terefleksi dalam penguasaan bola, Mutiara Hitam menguasai bola hingga 63%. Selain itu, lini tengah Persipura yang diisi trio Robertino Pugliara-Emmanuel Wanggai-Nelson Alom bisa mendikte lini tengah tim tamu.

Dalam pertandingan tersebut, Persipura sukses melepaskan 510 umpan dengan rasio sukses hingga 85%, sedangkan Warriors hanya sanggup melepaskan 301 umpan, dengan 217 umpan yang sanggup tersampaikan pada tujuan.

Selain menguasai lini tengah, aliran bola dari tengah ke depan Mutiara Hitam berjalan dengan baik, opsi umpan tidak hanya ditawarkan lewat tengah, tapi kedua fullback Persipura pun juga aktif melakukan overlap, bahkan dua fullback mereka, Ruben Sanadi di kiri dan Tinus Pae di kanan.

Bila dikombinasi, kedua bek sayap Persipura ini total melepaskan delapan umpan silang atau 32% dari umpan silang yang dilepaskan Persipura sepanjang pertandingan. Sedangkan rasio sukses umpan silang kedua pemain tersebut adalah 25%.

Aliran bola yang lancar dari tengah ke depan, membuat para penyerang Persipura dengan mudah masuk ke kotak penalti dan menciptakan peluang.

Total tembakan yang dilakukan para pemain Mutiara Hitam sore tersebut mencapai 29 kali tembakan, dengan 13 di antaranya tepat sasaran. Hal itu berbanding kontras dengan lini depan sang lawan, yang hanya sanggup melepaskan delapan kali tembakan.

Keunggulan di setiap lini tersebut maka tidak heran membuat Persipura bisa menang telak. Bahkan, ada dua hingga tiga peluang emas yang sebenarnya bisa dikonversi menjadi gol, andai pemain Persipura lebih tenang dalam mengeksekusi peluang tersebut.

Tapi kemenangan telak ini sudah cukup untuk membuat Persipura sementara menjadi tim paling produktif di AFC Cup 2015.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Warriors Sudah Lempar HandukJumlah shoot yang mencolok serta dominan menguasai bola, sebenarnya tidak akan terjadi sebanyak itu, andai pemain-pemain Warriors lebih sering melakukan pressing. Para pemain Warriors tampak tidak ada bersemangat sore kemarin. Setelah dipastikan tersingkir di pertandingan sebelumnya, Warriors seolah tidak ada keinginan untuk menang. Bahkan para pemain tim yang dulu bernama Singapore Armed Forces ini terkesan membiarkan pemain Persipura memegang bola tanpa ada upaya untuk merebut. Bahkan, di pertandingan tersebut, pemain Persipura sanggup melakukan dribble hingga 10 kali. Selain itu pemain Warriors hanya memenangkan  13 tekel dari 33 percobaan tekel yang dilakukan. Di samping itu, hal yang membuat pertahanan Warriors mudah ditembus adalah pergerakan pemain mereka yang terlalu fokus pada bola, sehingga sering tidak sadar akan pergerakan tanpa bola pemain Persipura. Hal itu sering membahayakan pertahanan mereka, baik lewat peluang, tembakan atau umpan silang menuju pertahanan mereka. Juga, longgarnya lini pertahanan Warriors membuat kuartet pemain belakang Persipura, Bio Paulin, Domingus Fakdawer, Ruben Sanadi dan Tinus Pae masing-masing dari mereka dapat melepaskan minimal sekali tembakan. Total keseluruhan pemain belakang tersebut melakukan enam kali percobaan tembakan. Bahkan, Bio Paulin sukses mencetak satu gol memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok.

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan