Profil Tim ISL 2015: Misi Perseru Hindari Degradasi

Bertahan di kasta kompetisi ISL boleh dibilang menjadi pencapaian bagus.

Diterbitkan 11 Februari 2015, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berstatus sebagai tim promosi musim lalu, prestasi Perseru Serui memang tidak terlalu mencolok. Mungkin, bertahan di kasta kompetisi ISL boleh dibilang menjadi pencapaian bagus.

Berkaca dari kompetisi 2014 lalu, runner-up Divisi Utama 2013 itu lebih banyak menelan kekalahan dibanding memetik kemenangan. Dari klasemen Wilayah Timur, diketahui Perseru menelan 9 kekalahan dan 6 kemenangan. Hasil tersebut membuat tim berjuluk Kuda Laut Oranye itu menempati papan bawah.

Perseru berada di posisi 9 klasemen mengantongi 23 poin. Mereka finish di atas "saudara kandung" sesama tim dari Papua, Persiram Raja Ampat yang mengemas poin sama. Namun, Perseru hanya unggul produktivitas gol. Menukiknya prestasi Perseru membuat manajemen mengambil langkah cepat, memutus kontrak kerja sang pelatih Robby Maruanaya di tengah kompetisi, Mei lalu.

Tidak ingin kasus tersebut terulang di musim 2015, Perseru memanfaatkan waktu kosong di awal musim ini melakukan partai uji coba dengan sejumlah klub di Jawa Timur. Di antaranya,  Persepam Madura United, Persegres Gresik United, dan Persela Lamongan. Tim terakhir menjadi lawan uji coba yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Persoalan Serui untuk mengarungi kompetisi di Indonesia masih sama seperti tim lain. Dana. Terlebih, terletak di daerah terpencil, membuat biaya operasional Perseru semakin membengkak.

Menatap ISL 2015, Manajer Perseru Serui, Ayorbaba memiliki visi menjadikan sepakbola sebagai media promosi untuk meningkatkan pariwista di derah yang terletak di daerah pegunungan Yepen itu. Jika potensi pariwisata berkembang, tentu Perseru bakal "kecipratan" untung.

"Kami juga dibebani target untuk mempromosikan wisata di Serui, karena masyarakat belum mengenal betul potensi wisata di sini yang tidak kalah hebat dari tempat wisata lain di Indonesia," kata Ayorbaba seperti dilansir media nasional awal pekan ini.

Menatap kompetisi ISL musim depan, Perseru setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp 12 miliar. Dana itu tertutupi dari subsidi PT Liga Indonesia sebesar Rp 2,5 miliar ditambah dana sponsor dari Bank Papua. Namun, nominalnya masih minim. Praktis, jajaran tim manajemen pun harus menggelontorkan dana pribadi untuk menghidupkan Perseru.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dan, target menembus posisi 4 besar cukup realistis bagi Perseru di tengah kepungan tim-tim raksasa yang kuat secara finansial seperti Persib Bandung, Persipura Jayapura, dan Arema Cronus. "Kami sudah melihat peta persaingan di ISL 2015. Tapi Buat kami, masuk zona empat besar saja sudah hebat. Terpenting, jangan sampai degradasi," timpal Alfred Waroubay, Sekretaris Umum Perseru.DATA KLUB Nama Lengkap: Persatuan Sepak Bola SeruiJulukan: Cendrawasih Jingga, Si Hitam Jingga (The Black Orange)Didirikan: 1970Stadion: Stadion MaroraKapasitas: 10.000Ketua Umum: Nurfindra TriembongPelatih: Agus SetyonoLiga: Indonesia Super League2014: Peringkat 9 Wilayah Timur Prestasi Runner up Divisi Utama 2013 (promosi)

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan