Liputan6.com, 2014 menjadi tahun kelam buat sepakbola di Indonesia. Awan hitam masih menggelayuti Tim Merah Putih. Semua level kelompok umur Timnas junior dan senior gagal bersinar di kancah internasional.
Di awal tahun, Indonesia menunjuk pelatih Alfred Riedl sebagai juru taktik. Nama pelatih asal Austria itu sudah tidak asing lagi di Tanah Air mengingat pencapaian mengantarkan skuat Merah Putih tampil sebagai runner-up Piala AFF 2010. Dualisme PSSI membuat eks-pelatih Timnas Vietnam itu didepak dari Indonesia.
Namun di bawah kendali Ketua BTN, La Nyalla Mattalitti, Riedl kembali dipanggil. Tugasnya cukup berat, membawa Indonesia tampil menjadi juara di Piala AFF 2014. Sayang, harapan tinggal harapan. "Opa" Riedl gagal total di perhelatan antarnegara ASEAN dua tahunan itu. Selama di tangani Riedl, Indonesia memetik 9 kemenangan.
Di tangan Riedl, Indonesia tersingkir di babak penyisihan grup. Rapor merah itu pun menjadi preseden buruk buat Riedl. Sebab, selama 10 kali menangani tim dari ASEAN di semua kompetisi level Asia Tenggara (SEA Games dan Piala AFF), baru sekali tim yang dilatihnya sudah harus terdepak di babak penyisihan grup. Sedangkan, bagi Indonesia, untuk kedua kali tereliminasi dua kali berturut-turut.
Dalam Piala AFF 2014, rekor buruk Indonesia tercipta. Untuk pertama kali dalam rentang 56 tahun, Indonesia harus menelan kekalahan. Aib itu juga terasa menyakitkan karena Indonesia kalah dengan skor telak 0-4. Kekalahan bersejarah itu langsung menutup Indonesia lolos ke babak ke semifinal. Masa depan Riedl di Indonesia mudah ditebak, dia harus mengakhiri kontrak kerja di Indonesia lebih cepat dari rencana semula.
Riedl sendiri merasakan, hasil di Piala AFF 2014 ikut dipengaruhi oleh kompetisi yang panjang. Ini membuat pemain sulit mencapai performa ideal ketika tampil di Piala AFF. Terlebih, Riedl tidak memiliki waktu berkumpul dengan pemain lantaran padatnya jadwal kompetisi. Salah seorang pemain yang diminta tidak disebutkan namanya sudah tidak bergairah tampil di AFF karena kelelahan.
Gembar-gembor Garuda Jaya Berujung Kegagalan
Paling fenomenal, kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia 2014. Harapan Garuda Jaya bisa mengobati rindu akan gelar juara, yang terjadi justru sebaliknya. Tim besutan Indra Sjafri itu nihil kemenangan di turnamen kelompok umur tersebut. Harapan lolos ke semifinal Piala Dunia U-20 di Selandia Baru sebatas angan-angan.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/788264/original/031223900_1420002847-Latihan_Timnas_U23_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374238/original/008561100_1759887956-Logo_Timnas_Indonesia_2025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5040338/original/095056400_1733629512-leste.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5070744/original/007720000_1735524609-viet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299201/original/072937300_1784200207-HNVxgC3asAAj9Y7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2904298/original/021751600_1567793057-000_1K1556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4492666/original/093847500_1688618398-WhatsApp_Image_2023-07-05_at_6.45.42_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528213/original/092661400_1773254548-walsh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298649/original/023073500_1784178944-WhatsApp_Image_2026-07-16_at_11.47.36.jpeg)