4 Fakta Menarik AFF Cup

Siapakah topskorer AFF Cup hingga 2012 dan kapan peraturan gol tandang berlaku?

Diterbitkan 18 November 2014, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Posisi dua dihuni striker Thailand Woorawoot Srimaka dengan 15 gol. Striker Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto berada di posisi empat dengan 13, sedangkan Bambang Pamungkas dan Kiatisuk Senamuang 12 gol. Torehan gol fantastis dicetak Noh Alam Shah pada AFF Cup 2007. Dia mencetak 10 gol pada AFF Cup edisi tersebut.

AFF Cup 1998 dan AFF Cup 2008 menjadi pesta terseret bagi pencetak gol. Maklum, topskorer di edisi tersebut hanya mampu mencetak 4 gol. Budi Sudarsono misalnya harus berbagi dengan Agu Casmir (Singapura) dan Teerasil Dangda (Thailand) pada 2008 dengan 4 gol.


Sistem Pertandingan

Sistem Pertandingan

AFF Cup menganut sistem pertandingan setengah kompetisi. Fase grup dibagi dua dan langsung dilanjutkan partai semifinal. Laga semifinal sendiri dilakukan dengan dua leg. Gol di laga away berlaku di semifinal AFF Cup. Awalnya, gol tandang tidak berlaku. Ini baru berlaku sejak AFF Cup 2010.

Pemain Terbaik

Pemain Terbaik

Sampai gelaran AFF Cup 2012 lalu, gelar pemain terbaik selalu direbut oleh pemain yang berbeda-beda. Belum ada pemain yang sama yang mampu meraihnya secara berturut-turut. Pada AFF Cup edisi pertama 1996, gelar pemain terbaik direbut striker Malaysia, Zainal Abidin Hassan.

Sedangkan pada edisi kedua direbut oleh pemain Vietnam, Nguyen Hong Son. Gelar pemain terbaik juga tidak selalu datang dari negara yang keluar menjadi juara. Pada AFF 2010 misalnya, gelar pemain terbaik direbut Firman Utina meski Indonesia hanya runner up.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan