4 Noda Hitam Divisi Utama Musim 2014

Beragam kasus besar terjadi di kasta kompetisi kedua di Indonesia itu.

Diterbitkan 28 Oktober 2014, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penonton yang didominasi tuan rumah merangsek masuk ke lapangan mengejar wasit dan pemain Martapura FC.  Kerusuhan merembet hingga luar stadion.

Massa yan beringas melempari petugas dengan botol. Mereka juga merusak kendaraan milik aparat, termasuk motor dan satu truck Dalmas serta satu mobil Avanza. Satu orang diketahui tewas dalam kerusuhan itu. Jenazahnya, di bawa ke Rumah 0Sakit Panti Waluyo untuk diotopsi.

'Sepakbola Gajah' ala PSS vs PSIS

Pertandingan berjalan normal sampai menit 78. Kejanggalan mulai terlihat ketika memasuki menit akhir. Gelandang  PSS Sleman, Agus  Setiawan mencetak gol ke gawang sendiri. Anehnya, kiper PSS tidak merespon bola tendangan tersebut. Sepuluh menit kemudian, PSS Sleman kembali melakukan gol bunuh diri lewat Hermawan Jati untuk memberikan keunggulan 2-0 pada PSIS.

Inisiatif mencetak gol bunuh diri kemungkinan muncul setelah mendengar informasi hasil pertandingan lain di grup 2 yang mempertemukan Borneo FC vs Persis Solo dan Martapura FC vs PSCS. Di menit akhir laga, Borneo FC menang WO atas Persis Solo dan kini menjadi runner up grup 2 dan Martapura FC memetik kemenangan  1-0 atas PSCS. Hasil itu membuat Martapura FC keluar sebagai juara grup 2.

PSS dan PSIS disinyalir sama-sama ingin kalah agar menjadi runner-up dan bertemu Martapura FC di semifinal. Kedua kubu kemungkinan besar menghindari Borneo FC yang kini menjadi runner up grup 2 di fase 4 besar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan