5 Film Nasional Paling Asyik Bertema Sepak Bola Pasca-2005

Pasca 2005 bermunculan sejumlah film bertema sepakbola.Kami memilihkan lima yang menurut kami paling asyik.

Diterbitkan 20 Juni 2014, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sepak bola bukan sekadar urusan permainan menang-kalah di lapangan hijau. Lebih dari itu, persoalan menang-kalah juga bisa merembet ke arena judi. Ya, entah sejak kapan setiap pertandingan bola pasti ada yang mewarnainya dengan berjudi, bertaruh sejumlah uang dan berharap tim yang dijagokannya menang. Film ini mengangkat fenomena akibat judi bola. Ya, gara-gara judi bola Ahmad (Winky Wiryawan) dan Heru (Herjunot Ali) keteteran dikejar penagih utang kiriman salah satu bandar judi bola terbesardi Jakarta setelah tim favorit mereka kalah. Berbagai usaha mereka lakukan demi melunasi utang termasuk merencanakan membobol uang di restoran tempat kerja Heru, yang sejatinya milik ayah Heru (diperankan Tarsan). Dengan gayanya yang asyik, tontonan ringan ini punya style macam film-film begundal yang bernasib sial yang dibesut Guy Ritchie. Hasilnya? Bolehlah.

Romeo & Juliet

Romeo & Juliet (Sutr. Andibachtiar Yusuf, 2009)

Andibachtiar Yusuf meminjam kisah drama cinta karya William Shakespeare yang sudah klasik untuk menggambarkan perseteruan abadi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Di mata Bang Ucup, sapaannya, konflik mereka bak seteru antara keluarga Capulet dan keluarga Montague di tanah Verona. Seperti kisah Romeo dan Juliet, Rangga yang suporter Presija menjakin cinta dengan Desi yang suporter Persib. Cinta mereka tentu tak direstui. Hingga akhirnya, konflik abadi dua kelompok pun membuyarkan akhir bahagia mereka. Lewat film ini tampak sineasnya ingin mengkritik fanatisme pada tim favorit yang cenderung destruktif.

Garuda di Dadaku

Garuda di Dadaku (Sutr. Ifa Isfansyah, 2010)

Garuda di Dadaku adalah Kapten Tsubasa-nya Indonesia. Kisahnya seputar Bayu, yang masih duduk di kelas 6 SD. Ia memiliki satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola hebat. Namun Pak Usman, kakek Bayu, sangat menentang impian Bayu karena menurutnya menjadi pemain sepak bola identik hidup miskin dan tidak punya masa depan. Dibantu teman baru bernama Zahra yang misterius, Bayu dan Heri harus mencari-cari tempat berlatih agar Bayu terpilih dalam seleksi Tim Nasional U-13. Ifa Isfansyah mendongengkan dengan baik film sepak bola yang dimeriahkan tema persahabatan dan perjuangan pembuktian diri.

Tendangan dari Langit

Tendangan dari Langit (Sutr. Hanung Bramantyo, 2010)

Film ini sedikit banyak mengingatkan pada tentang sepak bola buatan Hollywood, Goal! The Dream Begin (2005). Di film `Goal!` kita dikenalkan pada Santiago Munez (diperankan Kuno Becker), seorang pemuda miskin berdarah Hispanik di Los Angeles yang mewujudkan mimpi merumput di Liga Inggris. Dari sebuah desa di lereng gunung Bromo tersebutlah Wahyu (dimainkan dengan asyik oleh Yosie Kristanto), seorang siswa SMA yang punya bakat alam jago main bola. Dari ajang kompetisi sepak bola antar kampung, Wahyu ikut seleksi Persema Malang. Seperti di `Goal!`, mimpi Wahyu nyaris buyar karena mengidap penyakit. Dan seperti `Goal!` juga filmnya punya cameo pesepakbola betulan (Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan). Ya, walau plotnya mirip `Goal!` sang sutradara, Hanung Bramantyo tetap menyajikan tontonan yang asyik. Kisah Wahyu berhasil mengikat emosi kita.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ade IrwansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan