Danantara Ambil Alih PLN Batam, Manajemen Bakal Dirombak

Danantara resmi ambil alih PLN Batam demi dongkrak investasi. Susunan manajemen bakal dirombak total dan kualitas layanan ditingkatkan.

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan rencana pengambilalihan PT PLN Batam. Melalui langkah ini, PLN Batam akan berada langsung di bawah naungan Danantara, lengkap dengan rencana perombakan susunan manajemen.

Dony menjelaskan bahwa pemindahan PLN Batam ke bawah Danantara Indonesia dilakukan demi mendukung ekspansi usaha, meningkatkan layanan kelistrikan, serta mendongkrak daya tarik investasi di kawasan Batam.

Saat ini, PLN Batam masih menjalankan model bisnis mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah. Sembari mengambil alih, Danantara juga akan melakukan penyegaran manajemen demi memperkuat kinerja PLN Group secara keseluruhan.

"Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Dony menilai PLN Batam punya potensi besar untuk terus tumbuh, mengingat posisi strategis Batam sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional dan tujuan utama investasi.

"Kami melihat peluang bagi PLN Batam untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan dunia usaha. Melalui pengembangan kapasitas perusahaan dan peningkatan kualitas layanan, kami ingin PLN Batam semakin berperan dalam mendukung kebutuhan pelanggan serta kemajuan kawasan," tambah Dony.

Permohonan Maaf Imbas Pemadaman Listrik

Dony turut merespons gangguan kelistrikan yang terjadi pada 12 Oktober 2026 lalu. Pemadaman listrik (blackout) di beberapa wilayah tersebut sempat mengganggu aktivitas warga hingga roda bisnis setempat.

"Atas nama Danantara Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN Batam atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026," tuturnya.

"Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha. Kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama kami, dan kami berkomitmen untuk mendukung PLN Batam dalam memberikan pelayanan yang semakin baik," pungkas COO Danantara tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6