Michael Dell Kehilangan Rp 358 Triliun Sehari

Kekayaan Michael Dell anjlok Rp 358 triliun dalam sehari akibat saham Dell yang merosot tajam. Posisi orang terkaya ke-4 di dunia pun melayang.

Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan bersih salah satu miliarder dunia, Michael Dell merosot lebih dari US$ 20 miliar atau sekitar Rp 358 triliun (kurs Rp 17.941 per US$) pada hari Rabu (14/10/2026) seiring anjloknya harga saham Dell Technologies. Penurunan tajam ini membuat pendiri perusahaan tersebut kehilangan posisinya sebagai orang terkaya keempat di dunia.

Mengutip Forbes, Kamis (15/10/2026), saham Dell Technologies mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Juli lalu. Tekanan pada saham ini terjadi hanya beberapa jam setelah analis dari Barclays menurunkan peringkat saham Dell dari overweight menjadi equal-weightsebelum pasar dibuka.

Tak lama sebelum penutupan pasar, harga saham perusahaan teknologi tersebut tercatat melemah 11,1%, yang berdampak langsung pada pangkasnya nilai kekayaan sang miliarder.

Akibat penurunan tersebut, Michael Dell kini berada di posisi kelima dalam daftar orang terkaya di dunia dengan estimasi kekayaan bersih sebesar US$ 256,6 miliar. Posisi ini menempatkannya tepat di belakang co-founder Google, Sergey Brin, yang kekayaannya juga menyusut sekitar US$ 4 miliar menjadi US$ 262,3 miliar akibat melemahnya saham Alphabet.

Perubahan posisi ini cukup kontras mengingat bulan lalu Michael Dell sempat menduduki peringkat kedua orang terkaya di dunia. Kala itu, nilai kekayaannya menembus angka lebih dari US$ 270 miliar dan hanya berada di bawah posisi Elon Musk. Saat ini, posisi kelima yang ditempati Dell juga terancam oleh pendiri Meta, Mark Zuckerberg, yang mencatatkan kekayaan sebesar US$ 253,1 miliar pada Rabu sore.

Penurunan Pasar Saham

Sepanjang tahun ini, Dell Technologies sebenarnya menjadi salah satu pemenang besar di industri teknologi berkat lonjakan permintaan server dan peralatan pusat data (data center) untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI). Michael Dell sendiri memegang sekitar 40% saham di perusahaan yang ia dirikan pada dekade 1980-an tersebut.

Anjloknya saham Dell juga bertepatan dengan penurunan pasar secara umum. Hal ini dipicu oleh rilis data inflasi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang ternyata melebihi perkiraan pasar. Menjelang penutupan perdagangan, indeks S&P 500 melemah 1,2%, Nasdaq tertekan 1,9%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,2%.

Meski mengalami penurunan harian yang cukup besar, kekayaan Michael Dell secara keseluruhan masih tumbuh pesat. Dalam setahun terakhir, kekayaan bersihnya melonjak lebih dari US$ 157 miliar dari posisi US$ 97,7 miliar saat daftar Forbes 400 dirilis pada tahun 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6