Harga Emas Antam 10 Oktober 2026 Melambung Rp 20.000, Simak Rinciannya di Sini

Ini rincian harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang kembali menguat pada perdagangan Sabtu, (10/10/2026).

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 09:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melambung pada perdagangan Sabtu (10/10/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp 20.000.

Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.592.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya Rp 2.572.000 per gram.

Seiring kenaikan itu menunjukkan dalam dua hari ini, harga emas Antam sudah menguat Rp 27.000.

Kenaikan tersebut seiring dengan harga buyback (beli kembali) emas Antam yang bahkan naik dengan nilai lebih besar. Hari ini, harga buyback menguat Rp 25.000 menjadi Rp 2.401.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.

Pergerakan harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga emas dunia serta kondisi pasar harian. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback yang sempat menembus Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Sabtu (10/10/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.346.000
  • 1 gram: Rp 2.592.000
  • 2 gram: Rp 5.134.000
  • 3 gram: Rp 7.683.000
  • 5 gram: Rp 12.775.000
  • 10 gram: Rp 25.470.000
  • 25 gram: Rp 63.510.000
  • 50 gram: Rp 126.855.000
  • 100 gram: Rp 253.560.000
  • 250 gram: Rp 633.590.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.266.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.532.600.000 (pre-order).

Harga Emas Dunia Melejit

Sebelumnya, harga emas dunia menguat dalam sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta) ke level tertinggi dalam satu minggu. Kenaikan harga emas itu dipicu aksi beli di harga rendah setelah harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan awal pekan ini. Sementara itu, pelaku pasar menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (10/10/2026), harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 4.189,99 pada pukul 15.13 EDT. Logam mulia ini sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan pada Rabu pekan ini akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan aset tanpa imbal hasil itu.

Kontrka berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,43% ke level US$ 4.216,3 per ons. Harga emas juga mencatat kenaikan mingguan 1,3%.

“Harga emas menguat karena adanya aksi beli di harga rendah, mengingat terbentuknya batas bawah (floor) di kisaran level US$ 4.000," ujar Analis Stone X, Rhona O’Connell.

Ia menambahkan, bisa dikatakan potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed sudah tercermin dalam harga pasar, tetapi demikian pula dengan ekspektasi berlanjutnya pembelian bersih oleh sektor resmi (bank sentral).

“Tanpa adanya peristiwa tak terduga yang berdampak masif (Black Swan event), sulit bagi saya untuk melihat harga emas menembus ke level yang jauh lebih tinggi secara meyakinkan,” ujar Rhona.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade yang sempat dicapai pada hari Rabu.

 

 

Potensi Lonjakan Suku Bunga The Fed

Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan pada Kamis kalau bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga guna mengembalikan inflasi ke target 2%.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, para pedagang memperhitungkan adanya peluang sebesar 19% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober dan probabilitas 84% ​​untuk setidaknya satu kali kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember.

Emas cenderung kehilangan daya tariknya dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan imbal hasil (seperti obligasi) dalam lingkungan suku bunga tinggi.

“Rilis data CPI pekan depan dapat menjadi katalis bagi pergerakan besar emas berikutnya.Inflasi yang masih membandel, yang mendorong The Fed untuk melakukan siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif, dapat memaksa harga emas spot untuk kembali menguji level support psikologis di angka $4.000,” ujar kepala analis pasar di Bybit, Han Tan.

Sementara itu, permintaan emas di India lesu pekan ini seiring dengan kembali naiknya harga, sedangkan aktivitas perdagangan di China, negara konsumen utama berjalan lambat selama periode perdagangan yang lebih singkat akibat libur.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 2,7% menjadi US$ 60,93 per ons.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6