IPO 2027, Pramono Bakal Kunci Saham Mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan Pemprov DKI Jakarta tetap memegang saham mayoritas di Bank Jakarta dan PAM Jaya setelah IPO.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan memegang saham mayoritas Bank Jakarta maupun PAM Jaya dalam penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2027.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kepemilikan saham di atas 51% itu akan dikunci dalam usulan Peraturan Daerah.

"Jadi dalam perda yang kemudian kita usulkan juga mengatur hal itu. Maka tidak ada ruang sebenarnya untuk apa, pengelolaan atau kewenangan itu dialihkan kepada siapa pun,” tutur Pramono kepada saat ditemui media di Kawasan Jakarta Timur, Jumat (09/10/26).

Pramono mengatakan, tak akan memberikan izin pihak manapun yang akan mengambil alih kontrol dari di luar kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.

"Karena makanya dalam perda juga kita kunci, baik yang untuk Bank Jakarta maupun PAM Jaya, bahwa sepenuhnya pengelolaan dan sebagainya itu oleh Pemerintah DKI Jakarta melalui BUMD-nya,” terang Pramono.

Pramono mengatakan, keputusan ini masih belum final karena masih menunggu persetujuan Peraturan Daerah (Perda) agar bisa direalisasikan pengesahan rencananya.

"Tentunya akan menjadi final kalau ini sudah mendapatkan persetujuan dalam perda itu. Sehingga dengan demikian, kami menunggu perda itu," ujar Pramono.

 

Reporter: Tisha Maulida

 

Pramono Dorong Bank Jakarta Segera IPO

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun buka suara soal rencana Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Menurutnya, IPO penting untuk memperkuat tata kelola dan profesionalisme bank milik daerah tersebut.

“Bank Jakarta juga mempersiapkan diri untuk bisa segera IPO. Karena dengan IPO, saya meyakini dengan diawasi oleh publik, maka Bank Jakarta akan menjadi semakin baik,” kata Pramono pada peluncuran kartu debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Senin, 5 Januari 2026.

Pramono menyampaikan Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mematangkan proses IPO. Ia juga telah meminta jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta agar fokus menyiapkan seluruh persyaratan.

“Secara terus-menerus kami juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia maupun dengan OJK. Dan saya juga sudah meminta kepada jajaran direksi dan komisaris untuk mempersiapkan diri untuk itu,” ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6