Tiga Negara Jadi Target Ekspor Beras Indonesia

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan, pihaknya menjajaki dua hingga tiga negara untuk ekspor beras.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap ada tiga negara lagi yang akan jadi sasaran ekspor beras dari Indonesia setelah Malaysia. Namun, volume rencana ekspor beras tersebut belum disepakati.

Diketahui, Indonesia sudah mengirim sekitar 1.000 ton beras ke Malaysia dari total kontrak mencapai 500 ribu ton. Ini jadi tonggak baru setelah Indonesia berhasil mencatatkan swasembada pangan, khususnya beras. Amran bilang ada tiga negara lagi yang potensial.

"Kita masih jajaki ada dua negara, ada dua-tiga negara. Itu jajaki Filipina, Papua Nugini, dan nanti Timor Leste, negara tetangga kita," kata Amran ditemui di Jakarta, dikutip Jumat (9/10/2026).

Meski telah melakukan penjajakan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini belum mencapai kesepakatan volume pengiriman beras dari Indonesia.

"Belum. Belum ada kepastian," singkatnya.

Soal ekspor ini juga sempat jadi perhatian Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Capaian ekspor bahkan disebut jadi tonggak sejarah dalam 42 tahun terakhir.

"Sudah diputuskan ada kontrak 500 ribu ton Indonesia ekspor ke Malaysia, negara jiran, negeri jiran, tetangga, 500 ribu ton. Ya menguntungkan kontraknya, dan Indonesia menjadi penghasil ekspor lagi setelah 42 tahun," ungkap Hashim.

Ekspor ke Malaysia

Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah mencapai swasembada pangan. Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah melakukan pengiriman perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar Sarawak.

Amran mengatakan, ekspor beras tersebut menjadi momentum penting karena produksi nasional kini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang memasok pasar internasional.

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.

 

Stok Dalam Negeri Aman

Menurut Amran, keputusan membuka ekspor dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman. Stok beras yang berada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton.

"Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.

Pemerintah juga memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 lebih tinggi dibandingkan 2025 berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk membuka pasar ekspor dengan tetap mengutamakan kebutuhan domestik.

Untuk tahap awal, ekspor dilakukan secara bertahap dengan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6