The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Lagi

Risalah The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan kenaikan suku bunga lagi tahun ini, tetapi waktunya masih belum jelas.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pejabat Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) memperkirakan suku bunga akan kembali dinaikkan sebelum akhir tahun untuk menekan inflasi yang telah berada di atas target selama lebih dari lima tahun.

Hal itu terungkap dalam risalah rapat The Fed yang dirilis Rabu. Namun, dokumen tersebut belum memberikan petunjuk kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.

The Fed dijadwalkan mengambil keputusan suku bunga pada 28 Oktober dan 9 Desember.

“Sehubungan dengan prospek kebijakan moneter setelah pertemuan saat ini, sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan lain dalam kisaran target suku bunga federal funds kemungkinan akan tepat dilakukan pada akhir tahun,” tulis risalah tersebut, dikutip dari CNBC, Kamis (8/10/2026).

Meski demikian, para pejabat The Fed menegaskan keputusan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi dan risiko ke depan.

“Para peserta menekankan bahwa mereka menghadapi setiap pertemuan dengan pikiran terbuka dan keputusan pada pertemuan mendatang akan bergantung pada informasi yang masuk serta implikasinya terhadap prospek dan keseimbangan risiko,” demikian isi risalah.

 

Kenaikan Oktober Belum Dipastikan

Setelah rapat tersebut, pasar sempat memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober. Namun, data inflasi terbaru dan pernyataan sejumlah pejabat The Fed membuat peluang kenaikan pada Oktober dinilai lebih kecil.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, menunjukkan inflasi inti sebesar 3% pada Agustus. Sementara inflasi utama mencapai 3,4%.

Keduanya masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Namun, angka tersebut lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Dalam rapat September, para pejabat melihat risiko inflasi masih bertahan tinggi. Di sisi lain, pasar tenaga kerja dinilai “mendekati tingkat lapangan kerja maksimum”, sementara pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan mengalami penguatan.

Keputusan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam rapat September disetujui secara bulat.

“Banyak peserta menekankan bahwa jalur yang lebih tinggi untuk kisaran target akan lebih bijaksana berdasarkan pertimbangan manajemen risiko,” tulis risalah tersebut.

 

Mayoritas Pejabat Ramal Satu Kenaikan Lagi

Federal Open Market Committee (FOMC) secara keseluruhan memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini dan tidak ada kenaikan pada 2027. Dari 18 pejabat FOMC yang menyampaikan proyeksi, 16 orang memperkirakan kenaikan berikutnya.

Namun, sejumlah pejabat menilai The Fed tidak perlu terburu-buru. Data inflasi terbaru juga dinilai sedikit lebih menggembirakan, meski ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat.

Indikator inflasi berbasis pasar masih tinggi. Survei terbaru Federal Reserve Bank of New York menunjukkan kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga dalam setahun ke depan berada di level tertinggi sejak Mei 2023.

Imbal hasil US Treasury juga melonjak ke level yang belum terlihat sejak 2002.

Dalam rapat, pejabat The Fed membahas kenaikan imbal hasil tersebut. Mereka mengaitkannya dengan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, perkembangan investasi kecerdasan buatan (AI), serta pertumbuhan ekonomi yang solid.

Ekonom The Fed juga menilai sebagian kenaikan tersebut mungkin dipengaruhi “ketidakpastian terkait pengumuman dan pelaksanaan program pembelian kembali US Treasury.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6