Harga Emas Antam 7 Oktober 2026 Lebih Mahal Rp 10.000, Simak Rincian di Sini

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu, (7/10/2026).

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melejit pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 10.000.

Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok sebesar Rp 2.580.000 per gram, menguat dari posisi sebelumnya 2.570.000 per gram. Dengan demikian, harga emas Antam naik Rp 20.000 dalam dua hari ini.

Kenaikan tersebut sejalan dengan harga buyback (beli kembali) emas Antam bahkan nilai lebih besar. Hari ini, harga buyback melonjak Rp 15.000 menjadi Rp 2.391.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.

Pergerakan harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga emas dunia serta kondisi pasar harian. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback yang sempat menembus Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Rabu (7/10/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.340.000
  • 1 gram: Rp 2.580.000
  • 2 gram: Rp 5.110.000
  • 3 gram: Rp 7.647.000
  • 5 gram: Rp 12.715.000
  • 10 gram: Rp 25.350.000
  • 25 gram: Rp 63.210.000
  • 50 gram: Rp 126.255.000
  • 100 gram: Rp 252.360.000
  • 250 gram: Rp 630.590.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.260.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.520.600.000 (pre-order)

Harga Emas Dunia Menguat

Sebelumnya, harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas itu didukung oleh terhentinya lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau treasury dan dolar AS yang melemah. Sementara itu, investor menantikan risalah rapat the Federal Reserve (the Fed) pada September untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneternya.

Mengutip CNBC, Rabu (7/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.168,33 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,7% ke level US$ 4.187,10.

“Kami melihat adanya permintaan aset safe-haven (untuk emas) akibat gejolak di pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran yang meningkat mengenai pasar obligasi pemerintah AS,” ujar Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Senin pekan ini. Sementara dolar AS melemah dari level tertinggi satu tahun, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Investor masih merasa cemas mengenai peningkatan tingkat utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di beberapa wilayah zona euro, khususnya Prancis, yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi negara.

Investor kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September, yang dijadwalkan rilis pada Rabu, untuk mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

 

Pasar Mengurangi Kenaikan Suku Bunga

Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini setelah data pertumbuhan lapangan kerja bulan September tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Para pedagang kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hanya sebesar 22%, tetapi masih memperhitungkan probabilitas sebesar 84% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut data FedWatch Tool dari CME.

Emas cenderung kehilangan daya tariknya dibandingkan aset-aset yang memberikan imbal hasil (seperti obligasi) di tengah lingkungan suku bunga tinggi.

Sementara itu, harga minyak turun karena ekspor minyak mentah Timur Tengah yang tetap kuat serta pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7 telah meredakan kekhawatiran mengenai pasokan. “Terlepas dari hambatan jangka pendek, aksi beli ETF yang terus berlanjut serta permintaan dari investor diskresioner tetap memberikan dukungan bagi emas. Kami mempertahankan pandangan bahwa logam mulia ini akan bergerak melampaui level $5.000 per ons pada tahun 2027,” ungkap para analis TD Securities dalam sebuah catatan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6