Bersaing dengan 15 Negara, Pegadaian Masuk Tiga Besar IPMA Global Project Excellence Award 2026

Pegadaian meraih Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 setelah bersaing dengan 15 negara terpilih di Jepang.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 11:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Perusahaan meraih penghargaan Bronze Winner dalam IPMA Global Project Excellence Award 2026 yang berlangsung di Hiroshima, Jepang, Jumat (18/9).

Penghargaan tersebut melanjutkan pencapaian Pegadaian di kancah global setelah sebelumnya menyabet gelar World’s Best PMO / World Champion 2025 dalam PMO Global Awards di Arizona, Amerika Serikat.

IPMA Global Project Excellence Award merupakan salah satu kompetisi tata kelola proyek bergengsi di tingkat dunia. Penyelenggaraan tahun ini diikuti berbagai perusahaan dan organisasi lintas industri dari puluhan negara.

Pegadaian berhasil masuk dalam persaingan dengan 15 negara terpilih dan mengamankan posisi tiga besar pada kategori Project Management Office (PMO) Award.

Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi Pegadaian dalam menerapkan standar tata kelola dan manajemen proyek yang adaptif. Penerapan standar itu dinilai memberikan dampak langsung terhadap efisiensi, akuntabilitas, serta percepatan transformasi bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

Pegadaian Jadikan Penghargaan Pemicu Continuous Improvement

Chief Transformation Officer PT Pegadaian (Persero), Rully Yusuf, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut.

"Pencapaian internasional merupakan apresiasi yang sangat membanggakan bagi Pegadaian, tapi tentunya ini tidak lantas membuat kami cepat berpuas diri. Penghargaan ini justru kami jadikan fondasi dan pemicu komitmen untuk terus melakukan continuous improvement pada sistem project management, dan memastikan setiap inisiatif strategis perusahaan memberikan nilai tambah yang maksimal, tidak hanya bagi korporasi tetapi juga bagi masyarakat luas," tegasnya.

Keberhasilan di ajang internasional tersebut sekaligus mempertegas posisi Pegadaian sebagai perusahaan yang adaptif, inovatif, dan siap berkompetisi di tingkat global dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Keberadaan Project Management Office dalam mengawal berbagai inisiatif strategis perusahaan juga memperkuat optimisme Pegadaian untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dalam mendorong ekonomi kerakyatan, sejalan dengan semangat mengEMASkan Indonesia.

Transformasi Pegadaian dan Pengembangan Layanan Bank Emas

Pegadaian sendiri telah berdiri sejak 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat. Tidak hanya bergerak di industri gadai, perusahaan kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif dengan beragam produk dan layanan finansial.

Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM dengan komitmen mendukung pelaku UMKM untuk naik kelas.

Transformasi juga berlanjut melalui pengembangan layanan berbasis emas. Pegadaian mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap setelah resmi memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024.

Melalui izin tersebut, Pegadaian dapat menjalankan kegiatan usaha Bulion yang mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, maupun Perdagangan Emas.

Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian mempunyai sejumlah produk investasi emas yang dapat diakses masyarakat, antara lain Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas.

Produk pembiayaan yang disediakan juga mencakup Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah.

Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Inklusif

Berbagai produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian.

Aplikasi tersebut dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital untuk memberikan kemudahan, kecepatan, serta kenyamanan dalam melakukan transaksi finansial bagi masyarakat.

Di sisi lain, sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara luas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6